PejuangKantoran.com - Garuda Di Dadaku hadir lagi, kali ini dalam format film animasi. Selain menampilkan kisah yang baru, film ini juga menghadirkan karakter baru. Salah satu karakter baru tersebut adalah Gaga, burung garuda yang tampil sebagai pusat emosi dan komedi cerita.
Gaga (Kristo Immanuel) dipertemukan dengan Putra (Keanu Azka), seorang anak yang bermimpi menjadi pesepakbola. Kisah keduanya bukan hanya menjadi petualangan yang seru, namun juga menjadi jantung cerita Garuda di Dadaku.
Sebagai lulusan jurusan film di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Kristo Immanuel mempelajari voice acting sebagai salah satu mata kuliahnya.
Baca Juga: Jarang Libur, Founder Black Eyed Peas Will.i.am Kini Bekerja Full Time untuk Perusahaan AI-nya
Itu sebabnya ketika ditawari, ia langsung mengambilnya. Apalagi, film Garuda Di Dadaku termasuk film yang ia tonton ketika masih anak-anak.
“Wah, ini pengalaman yang menarik karena aku nonton Garuda di Dadaku di bioskop pas umurku 12 tahun. Ketika pertama kali dengar mbak Shanty Harmayn dan diajak mas Aoura Chandra (produser), aku kayak... serius nih? Ini Garuda yang aku tonton pas umur 12 tahun!” ujar Kristo, saat konferensi pers di Plaza Indonesia XXI, Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Awalnya cowok kelahiran 28 Februari 1997 ini mengira akan menjadi pengisi suara pemain bola. Namun dugaannya salah, karena ia harus memerankan karakter burung. Kristo pun sempat bingung akan seperti apa proses pendalaman karakternya.
“Aku sudah siap banget berperan sebagai pemain bola. Tapi, tahunya karakternya jadi Garuda. Oh, jadi garuda? Risetnya bagaimana tuh? Nontonin pemain bola? "Tidur bersama burung-burung di sangkar gede buat mendalami perburungan?
"Untuk mencari suaranya, aku jadi banyak tektokan sama mbak Shanty. Suaranya mau digimanain ya? Karena ukuran Gaga seberapa? Karakternya juga seperti apa? Gaya ngobrol sama Putra juga seperti apa?” tuturnya.
Beruntung, Kristo diberi bantuan vocal coach director dari Filipina. Selain itu, ia juga banyak tektokan dengan sutradara Ronny Gani yang membantu men-crafting suara karakter Gaga.
Baca Juga: Sejarah Pohon Natal, Mulai dari Simbol Pohon Abadi Hingga Budaya Global
Semula, Kristo diberi brief dari sutradara dan memberikan berbagai macam vokal interpretasinya.
“Lucunya, setiap kali saya coba memberi contoh suara ide saya, mas Ronny diam, memejamkan mata. Saya melihatnya dari bilik rekaman. Mikirnya, ’Apakah dia tidur? Apakah saya membosankan?’.
"Ternyata beliau sedang membayangkan adegannya karena animasinya belum jadi!” ujar Kristo, yang sebenarnya juga dikenal sebagai impersonator yang mahir menirukan karakter dan suara.
Menurutnya, melakukan voice acting tidak semudah yang ia bayangkan. Pengalamannya sangat berbeda dengan saat berakting seperti biasa. Yang menjadi tantangannya adalah bagaimana mengulik emosi agar bisa dirasakan penonton saat mendengarnya.