PejuangKantoran.com - Siapa pun pasti senang kalau mau ditraktir atau menerima undangan untuk makan bareng. Apalagi kalau tuan rumahnya teman satu circle atau bos kamu, rasanya seperti hadiah terindah.
Namun, ada hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan ketika kamu diundang makan oleh teman atau rekan kerja kamu. Misalnya, mengeluh soal pelayanannya, atau usul untuk ganti restoran padahal si pengundang sudah booking restoran tersebut.
Ingat, semua tindakan ada konsekuensinya. Meski teman-teman kamu mungkin tidak menanggapi secara langsung, bukan berarti mereka tidak terganggu dengan semua keluhan kamu.
Baca Juga: Akhirnya, LPDP Buka Suara atas Polemik Dwi Sasetyaningtyas yang Bangga Anaknya Jadi WNA
Menurut Alison M. Cheperdak, JD, pendiri Elevate Etiquette, ada sembilan hal yang tak boleh dilakukan saat ditraktir makan, yaitu:
Memesan menu paling mahal. Orang yang tahu etiket nggak pernah pesan menu termahal, kecuali host-nya yang ngotot mempersilakan. Godaan memang besar, soalnya duitnya bukan dari kantong sendiri.
Tetapi kalau host cuma bilang, "Pesen aja", jangan langsung memilih steak yang paling mahal. Lebih aman ikuti apa yang host pesan, biar nggak ada salah paham.
Berkomentar soal makanannya yang pricy. Saat melihat harga makanan pada menu, tidak perlu bilang, “Ya ampun, nasi goreng aja Rp100.000?”.
Restoran yang bagus memang bisa semahal itu, tapi kalau host sudah sudah memilih tempat itu, terima saja. Ia pasti sudah tahu soal itu, bahkan mungkin itu restoran favoritnya. Kalau tidak mau dianggap aji mumpung, pesan saja menu yang sama dengan host.
Memesan lebih banyak. Kalau tuan rumah cuma pesan main course, jangan tambah dessert atau appetizer berlebihan. Meski ia meyakinkan para tamunya bahwa ia yang membayari semua, bisa jadi yang dimaksud cuma makanan utamanya saja. Apalagi, sudah pesan banyak, akhirnya tidak kamu habiskan karena kekenyangan atau merasa kurang cocok dengan lidahmu.
Baca Juga: Sudah Resmi Beroperasi, Begini Cara Mendaftar Internet Rakyat dan Mengecek Area Layanannya
Mengajak teman yang lain. Undangannya cuma buat kamu dan circle si pengundang, tapi kamu berinisiatif mengajak teman yang lain. Kesannya aji mumpung, dan selain itu bikin tuan rumah jadi memikirkan tambahan biaya dan mengubah set menu yang sudah dipesan sesuai jumlah undangan.
Usul untuk ganti restoran. Pasti ada alasan mengapa teman atau bos kamu memilih restoran tersebut. Entah karena itu resto favoritnya, atau memang menu-menunya memenuhi selera kebanyakan orang. Ia juga sudah booking, jadi jangan membatalkan rencana pada last minute.
Komplain soal makanan yang kurang enak. Ini bukan masalah jujur, tapi komplain karena makanannya nggak enak padahal harganya mahal itu tandanya tidak menghargai pengundang. Kalau tuan rumah tanya pendapatmu, bilang saja “Rasanya unik juga, ya” dengan nada netral.
Kalau menurutmu pilihan restonya tidak sesuai keinginanmu, anggap saja itu karena masalah selera saja. Tidak usah bilang, “Bebeknya alot bangeeet.... Enakan yang di Warung A!”