Pejuangkantoran.com – Rasa kantuk saat bekerja di siang hari adalah wajar. Rasa ini makin kuat ketika kamu menjalani puasa Ramadhan seperti saat ini.
Ini bukan karena sekadar kamu kurang “ngopi” namun kombinasi antara faktor fisiologi, metabolik, dan sirkadian.
Bagaimana faktor-faktor ini berperan dalam mendoromg rasa kantuk yang lebih kuat saat puasa Ramadhan? Berikut penjelasannya:
1. Perubahan Jam Biologis (Ritme Sirkadian)
Biological clock ada di hipotalamus. Ini adalah bagian kecil di otak, terletak di bawah talamus dan di atas batang otak, yang berfungsi sebagai pusat pengaturan utama tubuh (homeostasis).
Saat kamu puasa, harus bangun tidur lebih awal untuk sahur. Selain itu, kegiatan tadarusan setelah sholat tarawih juga bisa membuatmu tidur lebih larut.
Ini menyebabkan total durasi tidur sering berkurang atau kualitasnya yang turun. Ini menyebabkan akumulasi “hutang tidur ringan”.
Baca Juga: 8 Manfaat Kurma yang Membuatnya Tak Hanya Cocok Untuk Sahur dan Berbuka Puasa Saja
Akumulasi “hutang tidur ringan” ini menyebabkan rasa kantuk yang meningkat pada jam kerja pagi-siang. Plus terjadi post-lunch dip meskipun kamu tidak makan siang.
Post-lunch-dip adalah penurunan energi, kewaspadaan, dan fokus secara tiba-tiba yang umum terjadi di awal hingga pertengahan sore. Ini ditandai dengan rasa kantuk yang berat, kelelahan, dan keinginan untuk tidur.
2. Fluktuasi Gula Darah (Glukosa)
Saat glukosa dalam darah kamu naik, maka ada persediaan energi dan mendorong otak untuk aktif. Karena puasa, maka glukosa kamu menjadi lebih rendah, dan posisi ini stabil di batas bawah normal.
Sementara itu, otak kita sangat sensitif terhadap perubahan glukosa. Penurunan glukosa yang ringan saja sudah mendorong rasa kantuk dan lelah.
Ini bukan gejala hipoglikemia patologis (gula darah turun ke level berbahaya), namun tubuh sedang beralih ke sistem bahan bakar, yang semula menggunakan glikogen berubah ke menggunakan lemak.
Artikel Terkait
Mengantuk Selama Puasa Ramadhan? Berikut Ini Jadwal Tidur Yang Membuat Sehat Menjalani Puasa Ramadhan
Penyebab Sakit Kepala Saat Kamu Menjalani Puasa Ramadhan dan Cara Mengatasinya
6 Tanda Tak Terduga Kamu Kurang Minum Air Atau Dehidrasi dan Cara Mengatasinya
Sama-Sama Mengandung Kafein, Mengapa Matcha Lebih Cocok Untuk Membuat Fokus Lebih Tajam Dibanding Kopi?
Strategi Makan Buah Saat Sahur dan Buka Puasa Ramadhan untuk Mengelola Berat Badan Kamu
Waktu Puasa Terpanjang dan Tersingkat di Dunia dan Penyebabnya
Sumber Karbohidrat yang Sehat Untuk Sahur dan Berbuka Puasa yang Bisa Membantu Menjaga Berat Badan