PejuangKantoran.com - Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa menandai kali ketiga Luna Maya memerankan karakter Suzzanna dari IP horor terbesar Indonesia, Suzzanna.
Film kali ini terasa lebih spesial karena ia berperan sebagai Suzzanna, seorang manusia, yang artinya untuk kali pertama tidak memerankan Suzzanna sebagai hantu.
Banyak pengalaman baru yang dirasakan Luna, seperti berakting bersama Reza Rahadian, dan diarahkan oleh Azhar Kinoi Lubis. Ini berbeda dengan film Suzzanna sebelumnya yang disutradarai Guntur Soeharjanto.
Baca Juga: Film 'Laut Bercerita' Dibuat dengan POV Semangat Pemuda yang Ingin Melakukan Perubahan
Berperan sebagai Suzzanna tentu saja banyak suka dukanya. Setiap harinya saat syuting, aktris 43 tahun ini harus menjalani proses tata rias menggunakan lateks dan prostetik selama 4 jam.
Terkadang matanya perih terkena alkohol, terkadang harus menahan berat dan penatnya wig yang ia kenakan sepanjang hari.
Namun, tantangan-tantangan seperti itu tidak pernah menjadi bagian yang tidak menyenangkan buat Luna tiap kali terlibat di projek Suzzanna.
“Kalau (pengalaman) tidak suka, mungkin hampir tidak ada karena saat pada kita berkomitmen menerima suatu pekerjaan, artinya kita harus jatuh cinta, harus suka dengan apa yang kita kerjakan!” aku Luna saat bertemu awak media di kantor Soraya Intercine Film, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Saat mengambil peran Suzzanna, yang sering mengganggu pikirannya adalah bagaimana ia harus memerankan karakter ini. Sebab, Santet Dosa di Atas Dosa bukan film biopik yang menceritakan perjalanan hidup aktris Suzzanna.
Di film ini Luna memainkan karakter yang diperankan Suzzanna di film dengan tuntutan yang menyerupai citra atau aura yang dihadirkan aktris yang kerap dipanggil Bunda Suzzanna itu.
Baca Juga: 'Ghost in the Cell' Hadirkan Nama-nama Tenar Terbanyak, Lintas Generasi dan Lintas Negara
“Bukan yang aku tidak suka, hal yang membingungkan adalah bagaimana aku memerankannya? Awalnya bingung karena ini bukan biografi Suzzanna, melainkan Suzzanna dalam film di mana ia berperan sebagai karakter.
"Lalu hadirlah film baru yang seakan-akan Bunda yang bermain di film. Seperti apa form-nya itu yang membingungkan. Memilih yang mana itu yang confusing!” kata Luna.
Setelah terlibat dalam tiga proyek film Suzzanna dengan dinamika karakter yang bervariasi, ada satu yang tentang karakter yang ia suka.
“Kalau ditanya what I love about this character, spirit seorang perempuan yang tahu ada hal yang tidak benar, dia punya pendirian. Walau kadang-kadang dia menerobos sesuatu yang tidak harus dia terobos.