Banyak orang cuma menjadikan George Town sebagai pintu transit menuju pantai di Penang. Padahal, kota ini adalah situs warisan UNESCO yang luar biasa.
Dengan berjalan kaki di gang-gangnya yang sempit, kamu bisa menikmati perpaduan budaya Melayu, Cina, India, dan kolonial Inggris. Mural warna-warni dan kedai kopi kuno di sini sangat fotogenik.
Baca Juga: Pemeran Xander Harris di Serial 'Buffy the Vampire Slayer', Nicholas Brendon, Meninggal Dunia
Jangan lupakan juga statusnya sebagai street food capital di Malaysia yang bikin kamu bakal puas kulineran.
5. Dataran Tinggi Bolaven, Laos
Tempat ini boleh dibilang surganya pencinta kopi. Tanah vulkanik yang subur membuat kopi dari sini punya kualitas dunia.
Selain perkebunan kopi, kamu bisa menemukan air terjun yang jatuh dari tebing lava purba. Cara terbaik untuk menikmatinya adalah dengan menyewa motor atau ikut tur desa.
Kamu bisa menginap di rumah warga lokal untuk merasakan keramahan asli suku-suku etnis yang menjaga kelestarian alam di sana.
6. Taman Nasional Doi Inthanon, Thailand
Ingin merasakan Thailand yang lebih sejuk? Pergilah ke Chiang Mai. Doi Inthanon adalah puncak tertinggi di Thailand, lebih dari 2.500 meter di atas permukaan laut. Suasananya berkabut dan mistis, lengkap dengan kuil Buddha modern yang dikelilingi taman bunga spektakuler.
Baca Juga: Sosok Joe Kent, Pejabat Antiterorisme AS yang Resign dan Kritik Perang Iran
Jalur pendakiannya cocok untuk siapa saja, dari pemula sampai yang sudah pro. Udara segarnya bisa bikin kamu lupa kalau sedang berada di negara tropis.
7. Raja Ampat, Indonesia
Indonesia punya Raja Ampat, dan Conde Nast menyebut kawasan ini sebagai surga terakhir di bumi. Dengan lebih dari 1.500 pulau kecil, Raja Ampat menjadi pusat keanekaragaman hayati laut dunia.
Terumbu karangnya paling berwarna-warni, dengan jumlah spesies ikan paling banyak di planet ini. Karena lokasinya yang terpencil, alamnya masih sangat murni. Menginap di eco-resort atau kapal liveaboard adalah cara terbaik untuk benar-benar "lepas" dari dunia luar.