PejuangKantoran.com - Maudy Ayunda menyumbangkan dua lagunya untuk menjadi lagu soundtrack film Para Perasuk. Hal itu terwujud setelah ia mengajukan langsung keinginannya pada sang sutradara, Wregas Bhanuteja.
Maudy mengaku sudah terinspirasi untuk membuat lagu sejak menjalani syuting. Ternyata, Wregas langsung menyetujui permintaannya.
“Uniknya, kita tidak merencanakannya dari awal. Hanya waktu syuting, hati Maudy sudah tergerak. ‘Kayaknya, aku ingin menulis lagu deh!’ Kok, frekuensinya sampai padanya. Ya, sudah kalau kamu ingin menulis, aku senang banget!
Baca Juga: 4 dari 5 Karyawan Khawatir Kehilangan Pekerjaan karena Tekanan Biaya Hidup Makin Meningkat
"Gayung bersambut. Dan, sekali preview, waktu dengar pertama, aku langsung oke. ‘Wah, ini sih udah gak ada revisi, Mod. Ini frekuensinya sudah sama!'” ujar Wregas, menirukan ucapannya pada Maudy, saat peluncuran OST Para Perasuk di PIC Creative Space, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Saat menawarkan diri, Maudy dengan tegas meminta Wregas untuk jujur. Jika lagu karyanya dirasa tidak sesuai, sang sutradara berhak untuk menolak dan tidak menggunakan lagu yang sudah dibuatnya itu. Yang penting, Maudy ingin mencoba terlebih dahulu.
“Aku ingat dulu bilang, 'Boleh nggak aku coba? Kalau kamu somehow sreg, hayuk. Tapi, kalau tidak juga nggak apa-apa!'. Jadi, proses kreatif lagu ini dimulai dengan eksplor lebih dulu dan proses itu sangat menyenangkan!” ucapnya.
Saat akan menggarap musik ini, ia langsung menghubungi Lafa Pratomo, produser musik yang kerap berkolaborasi dengan aktris berusia 31 tahun itu di beberapa lagunya.
“Ini adalah kolaborasi pertama kita membuat lagu untuk film dari scratch. Kita menonton filmnya terlebih dahulu. Dari situ, kita sudah tahu apa yang akan kita tuju. Lagu ini tentang harapan. Harapan yang ingin digapai. Harapan yang hilang, lalu dia kembali!” tambah Maudy.
Setelah menonton filmnya, Maudy berhasil menulis lagu pertama, Aku yang Engkau Cari, hanya dalam waktu 30 menit. Namun, ia merasa belum puas. Ia mengaku hatinya masih terusik dan penasaran bagaimana cara mengekspresikannya.
Baca Juga: Cara Menghapus Cache di Smartphone Android, biar Memori Nggak Penuh dan Bisa Save Data Lagi
Aktris yang memulai karirnya lewat film Untuk Rena ini lalu menyodorkan draft musik lainnya kepada Kang Lafa (sapaan akrab produser musik tersebut).
“Saya kemudian dikasih satu draft lagu. Maudy bikin sketsanya di voice note, lalu dikasih dengar ke saya. Kayaknya menarik juga. Kita iseng, bikin aja yuk.
"Hasilnya, lagu Di Tepi Lamunan. Kita langsung rekam. Aku pasang satu mikrofon, main gitar. Kita nyanyi bareng, satu kali rekam, langsung jadi satu lagu. Kita senang banget!” kenang produser yang kerap menggarap lagu-lagu Raisa, Danilla dan Andien itu.
Maudy tidak dapat menutupi kebahagiaannya dalam menjalani proses kreatif penciptaan kedua lagu tersebut. Semua dikerjakan secara organik tanpa sentuhan teknologi studio yang berlebihan.