PejuangKantoran.com - Selama ini Byon Madness dikenal sebagai pertandingan kombat dengan persentase kemenangan KO tertinggi di keseluruhan gelaran Byon Combat. Byon Madness Vol. 4, yang kini digelar di Spike Airdome PIK 2, menghadirkan lebih dari 13 duel dari para petarung dari Indonesia hingga Malaysia dan Turki.
“Saya senang Byon Madness kali ini bisa diadakan di tempat baru, di PIK. Ada aura-aura cici, aura-aura koko-koko. Memang, ini aura-aura saya di sini. Komunitas saya ada di sini,” canda Presiden Byon Yoshua Marcellos, saat membuka prosesi penimbangan berat badan (weigh-in) para fighter, Sabtu (5/6/2026) lalu.
Selain bisa ditonton langsung di lokasi, Byon Madness Vol. 4 ini juga bisa ditonton melalui penyedia layanan streaming Vidio dengan sistem pay-per-view. Artinya, para pelanggan Vidio tetap harus membayar akses menonton live atau dalam durasi tertentu.
Sorotan utama duel di Byon Madness kali ini adalah pertandingan antara Yeamie Lee “Sun Go Kong” dan Awangku Abdul Rahman “Aman Koboi”. Perseteruan keduanya dibuka ketika Aman Koboi secara terbuka menantang Sun Go Kong di Byon Combat.
Tantangan tersebut direalisasikan di Byon Madness kali ini. Saking semangatnya untuk bertarung, keduanya saling melakukan psywar di media sosial masing-masing sehingga warganet pun menjuluki partai ini dengan "partai bacot vs bacot".
“Vidio siap menghadirkan pengalaman menonton terbaik untuk Byon Madness Vol. 4 dan berharap penonton menyaksikan pertandingan melalui jalur resmi, bukan bajakan yang merugikan atlet dan pihak terkait,” ungkap Dhini W. prayogo, SVP Content Acquisition & Partnership Vidio.
Mengikuti Byon Madness, atlet Ferian Hidayat (atau dikenal dengan Weerian) yang akan melawan Aprilando Rumahpasal mengakui banyak sekali benefit yang ia rasakan. Menurutnya, tidak sekadar menorehkan prestasi atau menyalurkan bakat.
“Banyak sekali yang saya dapat dengan mengikuti Byon. Dapat juara, teman, uang, sampai endorsement,” ucap atlet yang selama ini berlatih di MMA Bali.
Lain lagi dengan Muhamat Bryan yang sudah lebih lama mendalami olahraga kickboxing dan tinju. Menjadi fighter justru membalikkan dinamika persahabatan yang ia jalin.
“Kalau kebanyakan orang kan, kenalan, akrab berteman, di akhir baru berantem. Kalau menjalin teman lewat Byon, kita berantem dulu, abis itu baru kenalan dan akhirnya akrab berteman,” tukas atlet asal Minahasa Utara ini.