PejuangKantoran.com - Rumah produksi baru Senara bersama produser Hans Andreas mengumumkan film pertamanya, Rumah Singgah, yang diproduksi bersama Mandela Pictures dan Limelight Pictures.
Ide cerita film ini datang dari penulis Celvin Jaya Hadi dan sutradara Dyan Sunu Prastowo, yang kemudian menyerahkan penulisan skenarionya pada Raditya Kurnia.
Adapun produser Senara, Hans Andreas, mengatakan, awalnya dia kurang familiar dengan kisah Rumah Singgah saat ditawari oleh Sunu dan Celvin.
Baca Juga: Begini Cara Ari Irham dan Teuku Rizky Memaknai Judul Film 'Seni Merayu Tuhan' secara Personal
"Setelah dijelaskan, kami merasa, oh... informasi ini perlu dikasih tahu ke masyarakat luas karena ini sebuah rumah transisi, yang dibutuhkan banyak orang, tapi kurang mendapat perhatian. Jadi, film ini ada sisi awareness-nya," terang Hans, saat konferensi pers di Plaza Senayan XXI, Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Rumah Singgah mengisahkan Karla (Adhisty Zara), atlet lari yang harus menerima kenyataan bahwa dirinya mengidap osteosarkoma, penyakit kanker tulang yang ganas.
Saat menjalani perawatan, Karla tinggal di rumah singgah bersama para pasien yang sedang menjalani pengobatan di rumah sakit. Di rumah yang dipimpin Ibu Andien (Dewi Irawan) itu, Karla berkenalan dengan penghuni lain seperti Luki (Devano), Toni (Ciccio Manassero), dan Pika (Messi Gusti).
Persahabatan empat anak muda ini perlahan membuka harapan baru di tengah kondisi penuh ketidakpastian yang harus mereka jalani. Bersama Mang Didu (Aming), penjaga rumah singgah yang setia menemani, Karla dan kawan-kawan mengawali perjalanan baru untuk memenuhi bucket list mereka masing-masing.
Sementara itu, Adhisty Zara mengambil proyek ini karena merasa ceritanya cukup personal buatnya. Ketika mendengar ceritanya, ia langsung teringat almarhum kakeknya.
"Pada akhirnya, sepanjang proses berjalannya film, aku jadi mengerti kanker itu bagaimana. Film ini mengajarkan aku banyak hal.
Baca Juga: Cellos Jamin Byon Combat Showbiz 8 bakal Jadi Pertarungan Kickstriking Fighter Terbaik Asia
"Dari ngobrol sama Pak Sunu, aku tahu tujuan film ini baik, untuk menimbulkan harapan, tidak selalu hanya air mata!" ujar aktris yang kini tengah mengandung anak pertamanya itu.
Totalitas mendalami peran juga ditunjukkan Ciccio Manassero yang berperan sebagai Toni. Ia langsung jatuh cinta dengan ceritanya. Aktor blasteran Italia dan Jawa ini bahkan berinisiatif menurunkan berat badan hingga 8 kilogram dan mencukur rambut untuk menyerupai penampilan orang yang sedang sakit kanker.
"Waktu dijelaskan soal proyek ini sama Mas Sunu dan Mas Celvin, I was already hook. Ini bukan film tentang kanker saja, tapi tentang harapan. Seperti yang ada di trailer, ada juga tentang bucket list. Jadi pesan yang mau di-convey di film ini sangat positif.
"Karakter yang aku mainin cukup berbeda dengan karakter-karakter sebelumnya. Kalau boleh cerita, aku turun 8 kilo dalam sekitar 1 bulan dan juga cukur kepala.
Artikel Terkait
Membangun Komunitas Itu Nggak Bisa Instan, tapi Banyak Caranya. Salah Satunya, Manfaatkan UGC!
Burnout Bukan Lagi Masalah Pribadi, Tapi Ancaman Produktivitas Perusahaan
Bahagia di Tempat Kerja, Tapi Burnout? Ini Paradoks yang Dialami Banyak Pekerja Indonesia
Orang Indonesia di Balik Megahnya Upacara Pembukaan dan Penutupan Piala Dunia 2026
Ini dia 5 Kontroversi Argentina di Final Piala Dunia FIFA 2026: Kartu Merah, Kericuhan Massal, Bahkan Lionel Messi Ikut-Ikutan Provokasi!
10 Values Personal yang Dianggap Penting dalam Dunia Kerja yang Wajib Kamu Pahami dan Terapkan!
Nggak Sempet ke Gym? Yuk Kita Lakukan VILPA, Olahraga bagi yang Sibuk, Sehat Tanpa Perlu ke Gym