PejuangKantoran.com - Banyak orang mengenal The Odyssey sebagai salah satu karya sastra terbesar sepanjang masa. Namun tidak sedikit pula yang mengaku belum pernah menyentuh puisi epik karya Homer tersebut karena reputasinya yang dianggap rumit, penuh mitologi Yunani, dan terdiri dari ribuan baris.
Kini, dari adaptasi terbaru garapan Christopher Nolan, rasa penasaran terhadap kisah Odysseus kembali meningkat. Ada beberapa konteks dasar yang cukup dipahami agar perjalanan Odysseus terasa lebih mudah diikuti.
1. Ini Bukan Sekadar Kisah Perang
Banyak orang mengira The Odyssey adalah cerita tentang Perang Troya.
Padahal perang itu sendiri sudah berakhir ketika kisah dimulai.
Fokus utama cerita justru perjalanan panjang Odysseus untuk kembali ke rumah setelah perang usai. Perjalanan inilah yang menjadi inti cerita sekaligus alasan mengapa karya Homer sering disebut sebagai salah satu kisah petualangan paling berpengaruh dalam sejarah sastra.
2. Odysseus Bukan Pahlawan Super
Jika membayangkan sosok pahlawan yang selalu menang karena kekuatan fisik, Odysseus bukan tipe seperti itu.
Ia lebih dikenal karena kecerdikan, kemampuan mengambil keputusan, dan cara berpikir strategis ketika menghadapi berbagai situasi yang tidak terduga. Karakter inilah yang membuatnya berbeda dari banyak tokoh mitologi Yunani lainnya.
3. Perjalanannya Jauh Lebih Penting daripada Tujuannya
Yang membuat The Odyssey bertahan selama hampir tiga milenium bukan semata-mata tujuan akhirnya.
Sepanjang perjalanan pulang, Odysseus bertemu berbagai pulau, budaya, makhluk mitologi, hingga godaan yang menguji kesetiaan, keberanian, dan keteguhannya.
Setiap persinggahan menghadirkan tantangan sekaligus pelajaran baru.
4. Banyak Tokoh Mitologi Yunani Muncul
Film ini juga mempertemukan penonton dengan berbagai karakter yang sudah lama menjadi bagian dari mitologi Yunani.
Namun Anda tidak perlu menghafal seluruh silsilah para dewa.
Christopher Nolan disebut merancang adaptasinya agar tetap dapat dinikmati penonton yang belum pernah membaca karya aslinya.