PejuangKantoran.com - Semakin banyak artis yang menekuni olahraga lari. Salah satunya, Soraya Larasati. Walaupun belum lama menekuni olahraga ini, begitu banyak manfaat olahraga lari yang ia rasakan.
Ia tertarik dengan olahraga lari setelah diajak seorang temannya untuk mengikuti Tokyo Marathon pada tahun 2019. Ia mengaku dirinya tergolong nekad buat ukuran pelari pemula. Belum punya pengalaman, tapi langsung mencoba marathon.
Walaupun langsung menyanggupi ajakan tersebut, sebelum berangkat ke Tokyo Soraya harus menjalani latihan lari dalam waktu yang cukup panjang.
Baca Juga: ÉCOUTEZ Punya Vokalis Baru: Kembalinya Delia Septianti!
“Waktu menjalankan latihan memang banyak up and down-nya. Tapi, begitu mencoba ikutan di event itu, aku kagum sekali. Acaranya superduper bagus!” terang aktris keturunan Batak, Sunda dan Tionghoa itu.
Saat itu ia merasa seperti sedang mengikuti pesta rakyat. Pemerintah, polisi, dan warganya, seperti saling bekerja sama untuk menyukseskan acara.
Setelah Tokyo Marathon, Soraya mulai berlatih rutin dan mencoba beberapa event lari. Keasyikannya berolahraga lari pun keterusan sampai sekarang.
Dari berlari, Soraya jadi belajar tentang filosopi hidup. Olahraga lari juga butuh perjuangan, tidak semudah yang dilihat. Proses latihan tidak bisa instan, dan sangat melelahkan.
Jika ingin mengikuti satu event lari, butuh persiapan yang panjang. Bisa 2-3 bulan, kadang 4 bulan. Begitu memutuskan akan mengikuti event lari, ia harus komit untuk latihan secara konsisten dan disiplin.
“Menurut aku, lari sama kayak proses hidup. Kalau kita menginginkan sesuatu harus berjuang untuk mencapai titik tujuan, walaupun di tengah-tengahnya banyak hambatan.
“Tetapi tetap saja, harus finish. Apapun, suka atau tidak suka, harus tetap diselesaikan,” serunya, saat konferensi pers Lazada Run di Jalan Gerbang Pemuda No.3, Gelora, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Tak Cuma Perkara Murah, Thrifting Juga Mendorong Slow Fashion yang Lebih Berkelanjutan
Menurutnya, manfaat olahraga lari juga bisa mengubah kepribadiannya yang semula cenderung moody, mudah bosan, dan tidak pernah disiplin, menjadi mampu berkomitmen, konsisten, disiplin, terarah dan fokus pada tujuan.
“Lari berpengaruh sekali dalam kehidupan saya. Bangun pagi, tidur cukup, menghindari keluar-keluar yang tidak penting, dan hidup sehat juga. Itu efek kita punya target,” jelas Soraya.
Hal seperti ini tidak pernah ia dapati dalam olahraga lain seperti Zumba atau Pound Fit yang menurutnya cuma bersifat musiman dan untuk seru-seruan saja.