PejuangKantoran.com - Ramadhan adalah bulan yang istimewa sehingga semua hari di bulan ini juga sangat istimewa. Namun, 10 hari terakhir Ramadhan lebih istimewa lagi. Mengapa?
Karena ada banyak keutamaan di sana sehingga ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan oleh umat muslim.
Bahkan, Nabi Muhammad SAW mengencangkan ibadahnya di 10 hari terakhir Ramadhan. Dalam sebuah hadits Ramadhan disebutkan:
Baca Juga: Bacaan Doa dan Niat Berpuasa di Bulan Ramadan
“Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh hari terakhir (bulan ramadhan), melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) tersebut.” (HR. Muslim)
Dilansir dari situs Kementerian Agama Republik Indonesia, ada beberapa hal yang menyebabkan Nabi Muhammad SAW semakin mengencangkan ibadahnya di 10 hari terakhir Ramadhan, yaitu:
● Ini adalah penutup Ramadhan yang penuh berkah sehingga setiap amalan manusia dinilai dari amalan penutupnya.
● Ini adalah malam-malam yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW.
● Kerinduan Rasulullah SAW akan keindahan lailatul qadar yang keutamaan beribadahnya melebihi beribadah sepanjang 1000 bulan.
● Memberi contoh kepada umatnya agar tidak terlena dalam kesibukan mempersiapkan kebutuhan hari raya
Lalu, apa saja amalan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad di 10 hari terakhir Ramadhan?
1. Memperbanyak sedekah
Selain sebagai penyempurna ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya, sedekah menjadi salah satu amalan utama di 10 hari terakhir Ramadhan sebagai ungkapan syukur atas nikmat dipertemukan dengan bulan ini.
Bersedekah dapat berbentuk harta, pangan, pakaian, dan lain sebagainya. Jangan lupa juga untuk mencukupi kebutuhan keluarga serta berbuat baik kepada kerabat dan tetangga.
Bahkan, menyediakan buka puasa semampunya bagi orang yang puasa, meskipun hanya memberi segelas air, akan dihitung amalannya.