PejuangKantoran.com - Ada baiknya untuk tidak lagi mengucapkan Minal Aidin wal Faizin untuk bertukar ucapan Idul Fitri. Karena arti Minal aidin wal faizin sebenarnya bukan berarti mohon maaf lahir batin lho.
Dalam tradisi kalangan sahabat Nabi, ucapan selamat (tahniah) akan berbunyi:
"Taqabbalallaahu minnaa wa minkum."
Baca Juga: 5 Perubahan Tak Terduga Saat Mulai Punya Bisnis Sendiri, Siap-siap dari Sekarang!
Jika ingin lebih lengkapnya maka akan berbunyi "taqabbal yaa kariim, wa ja'alanaallaahu wa iyyaakum minal 'aaidiin wal faaiziin". Selain itu kamu bisa menambahkan lagi dengan "wal maqbuulin kullu 'ammin wa antum bi khair".
Kalimat ini akan menjadi kalimat panjang yaitu:
"Taqabbalallaahu minnaa wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja'alanaallaahu wa iyyaakum minal 'aaidin wal faaiziin wal maqbuulin kullu 'ammin wa antum bi khair."
yang berarti:
"Semoga Allah menerima [amal ibadah Ramadan] kami dan kamu. Wahai Allah Yang Maha Mulia, terimalah! Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang serta diterima [amal ibadah]. Setiap tahun semoga kamu senantiasa dalam kebaikan."
Jika dilihat, dalam kalimat panjang tersebut ada kalimat minal aidin wal faizin, namun ini tidak berarti mohon maaf lahir batin. Arti Minal aidin wal faizin bukanlah mohon maaf lahir batin.
Jika diperhatikan, Minal Aidin wal Faizin tidak sama sekali menyinggung permintaan maaf, akan tetapi melainkan 'termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang.
Baca Juga: Resmi Jadi Calon Presiden, Ganjar Pranowo Disebut Jokowi sebagai Sosok yang Dekat dengan Rakyat
Secara sederhana, diketahui bahwa 'aidin wal faizin' bukanlah kalimat yang sempurna (al-jumlatul mufiidah).
Dari kalimat panjang ini sebenarnya pemenggalan kalimat menjadi hanya Minal Aidin Wal Faizin adalah hal yang kurang tepat. Selain itu arti minal aidin wal faizin pun tidak langsung menjadi mohon maaf lahir batin.