senggang

Tradisi Sungkeman Lebaran dalam Adat Jawa, Bagaimana Posisi Sungkeman dan Contoh Kalimatnya?

Jumat, 21 April 2023 | 23:03 WIB
Ilustrasi: Bagaimana cara sungkeman kepada orangtua saat Idul fitri? ( Freepik)

PejuangKantoran.com - Idul Fitri adalah momen untuk saling bermaaf-maafan. Keluarga, teman-teman, rekan kerja, akan saling mengucapkan “mohon maaf lahir dan batin”, baik secara langsung maupun melalui pesan WA.

Dalam tradisi masyarakat Islam di Jawa, acara maaf-maafan ini disampaikan dengan cara sungkeman. Acara ini biasanya dilakukan setelah salat Id dan nyekar (ziarah kubur) untuk mendoakan anggota keluarga yang sudah tiada.

Setelah itu, barulah tradisi sungkeman dilakukan. Biasanya, anak-anak dan cucu akan meminta maaf kepada orang yang dituakan, seperti orangtua dan kakek-nenek. Selain meminta maaf, keluarga juga bisa saling mendoakan dan menyampaikan rasa sayang.

Baca Juga: Ternyata Bukan Mohon Maaf Lahir Batin, Jadi Apa Arti Minal Aidin Wal Faizin?

Oleh karena itu, sungkeman menjadi cara yang lebih berarti dalam tradisi Lebaran ketimbang meminta maaf melalui pesan singkat. Sebab, keluarga bisa saling meminta maaf dengan sungguh-sungguh.

Jika di antara anggota keluarga memang sempat terjadi perselisihan, tak jarang suasana sungkeman menjadi penuh haru.

Tanda bakti

Budayawan yang juga guru besar di Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1988-1997), Umar Khayam, mengungkapkan, tidak diketahui secara pasti kapan tradisi sungkeman ini dimulai.

Menurutnya, tradisi ini merupakan perpaduan budaya Jawa dan Islam yang banyak dilakukan para pemuka agama sejak dulu.

Para ulama menjalankan tradisi ini agar tujuan dari puasa Ramadhan itu tercapai, yaitu menghapuskan dosa-dosa manusia. Itulah cikal-bakal tradisi bermaaf-maafan.

Sungkeman sendiri merupakan bahasa Jawa yang artinya sujud atau tanda bakti. Tradisi ini dilakukan oleh orang yang lebih muda sebagai bentuk permintaan maaf sekaligus penghormatan kepada yang lebih tua.

Sungkeman juga bisa menjadi bentuk ucapan rasa terima kasih. Gesturnya yang membungkuk dan merendah mengandung makna sebagai penghormatan, kerendahan hati, serta sopan santun.

Sedangkan dalam sungkeman dalam perayaan Idul Fitri merupakan tradisi bagi anggota keluarga untuk saling meminta maaf, serta mencium tangan dan pipi sebagai ungkapan rasa sayang.

Keluarga saling menyatakan penyesalan atas kesalahan atau perbuatan buruk yang pernah mereka lakukan. Dengan berjongkok atau duduk bersimpuh di depan orangtua, anggota keluarga yang lebih mudah menyatakan kerendahan hatinya untuk memohon maaf.

Baca Juga: Doa Ziarah Kubur dalam Bahasa Arab dan Artinya, serta Adab Mengunjungi Makam

Halaman:

Tags

Terkini