PejuangKantoran.com - Film horor lokal masih terus menghiasi papan reklame bioskop. April lalu, Sewu Dino dan Khanzab menjadi dua film horor terlaris yang ditonton hingga 1 juta penonton.
Memasuki bulan Mei, semakin banyak film horor yang beredar di bioskop. Salah satunya Kajiman: Iblis Terkejam Penagih Janji, yang rencananya tayang 18 Mei 2023. Film ini diproduseri oleh Perlita Desiani dan disutradarai Adriyanto Dewo.
Kajiman berfokus pada mahluk mistis bernama Kajiman, yang diambil dari mitologi Jawa. Film ini diharapkan bisa memberi suguhan horor yang berbeda dari film horor kebanyakan.
Baca Juga: Ini Riders Katy Perry, yang Memboyong 50 Anggota Tim ke Konser Penobatan Raja Charles III
“Di tahun 2020-2021, ide awalnya adalah kita ingin mencari sesuatu yang belum pernah dieksplor. Kita riset terlebih dahulu dan kemudian putuskan untuk mengangkat tema Kajiman,” terang Adriyanto saat konferensi pers di Metropole XXI, beberapa waktu lalu.
Keputusan ini diambil setelah membaca beberapa artikel dan buku yang menyebutkan tentang sosok Kajiman. Menurut mitologi Jawa, Kajiman adalah mahluk mistis yang memiliki ilmu hitam dan tinggal di rumah-rumah.
Hal ini menarik karena secara visual sosok Kajiman belum pernah digambarkan sehingga sebagai storymaker Adriyanto melihat fakta ini cukup menantang.
Kandang Bubrah
Kajiman: Iblis Terkejam Penagih Janji bercerita tentang Suster Asha (Aghniny Haque) yang harus melakukan homecare di rumah pak Ismail (Tio Pakusadewo).
Selama menjaga pasien, Asha sering mendapat teror bisikan dari ibunya yang baru saja meninggal. Dengan bantuan Rama (Jourdy Pranata), Asha berusaha mencari tahu apa yang terjadi pada dirinya dan juga di rumah di mana ia menjaga pasien.
Bagi Aghniny, walau sudah bermain di enam produksi film horor sebelumnya, Kajiman: Iblis Terkejam Penagih Janji merupakan film horor pertama di mana ia menjadi pemeran utama.
Baca Juga: Lagu Glorious Weird Genius Resmi Jadi Lagu Turnamen FIFA U-20 di Argentina
Selain antusias untuk bekerja sama dengan sutradara film sekaligus juga aktor yang dia segani, Tio Pakusadewo, ada banyak hal kenapa ia mau terlibat di projek ini.
“Tokoh yang aku mainkan di sini beda dengan peran-peran yang biasa aku mainkan. Biasanya aku jadi perempuan yang rebel, superior.
Di sini nih, aku benar-benar harus tone down banget, lemah lembut sebagai perawat. Aku benar-benar dihadirkan secara berbeda. Itu jadi tantangan tersendiri," ujar perempuan kelahiran Semarang, 8 Maret 1997 ini