PejuangKantoran.com - Setelah beberapa waktu hanya menjadi rumor, akhirnya bisa dipastikan band terkenal Bring Me The Horizon (BMTH) datang ke Indonesia. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh promotornya, Ravel Junardy.
Hal itu disampaikannya saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube The Leonardo's. Meski belum memastikan tanggal pastinya, tetapi Ravel memastikan BMTH akan kembali datang ke Indonesia.
Sekadar informasi, band rock asal Inggris itu sudah dua kali manggung di Indonesia, yakni pada 2011 di Jakarta dan 2013 di Bali.
Baca Juga: Jelang Liburan, AirAsia Indonesia Airbus A320 Membuka Rute Baru Jakarta-Perth
Kabarnya, BMTH akan datang pada November 2023. Bahkan, Dochi “Pee Wee Gaskins” menyebut satu tanggal, yaitu 17 November.
Kepada Onadio Leonardo, host The Leonardo’s, Ravel hanya bilang tanggal kedatangan pasti BMTH berbeda satu minggu dari yang disebutkan oleh Dochi. Namun, tidak jelas apakah maju seminggu atau mundur seminggu.
Rugi saat datangkan Slipknot ke Indonesia
Keberhasilan Ravel kembali membawa BMTH ini diapresiasi oleh para penikmat musik dan penggemar mereka.
Padahal, promotor berpengalaman ini baru saja mengalami kerugian setelah menggelar acara Hammersonic 2023 dan mendatangkan Slipknot.
Ia bercerita kalau sejak awal mengundang band heavy metal asal Amerika tersebut, dirinya sudah tahu akan rugi. Karena sebenarnya kehadiran band ini di 2023 merupakan kedatangan yang tertunda di 2020.
“Kalau 2020 main, gue lebih rugi karena tiketnya nggak bisa semahal 2023. (Alasan) Kedua, gue bikin di 2023, gue harus bayarin di Singapura, Manila, gue harus bayar semua flight-nya. Nah, di situlah semua kerugian itu terjadi,” ceritanya.
Baca Juga: 7 Fakta tentang Peringatan Hari Tri Suci Waisak 2567 BE di Candi Borobudur
Salah satu yang membuat biaya mendatangkan Slipknot sangat mahal —bahkan band termahal yang pernah didatangkannya— adalah karena kru yang mendampingi band berjumlah lebih dari 130 orang.
Jumlah tersebut termasuk anggota band sembilan orang, keluarga mereka, tim produksi, dan keamanan.
“Boncos di tiket, boncos di hotel, makan mereka saja boncos. Makan nggak repot, tapi banyak. Jadi mereka beda-beda, ada production, security, band, dan family,” jelasnya.