Meski sudah tahu mengenai hal tersebut dari awal, tetapi Ravel tetap berani mendatangkan Slipknot karena menurutnya kapan lagi bisa mengundang band legendaris tersebut.
Promotor tidak bisa hilangkan calo
Saat kembali disinggung soal tiket BMTH nanti, seperti kisaran harga tiket dan sistem penjualannya, Ravel masih belum mau bicara banyak.
Onad, panggilan Leonardo, lalu menyinggung soal calo tiket yang banyak terjadi, termasuk saat penjualan tiket konser Coldplay. Ia kemudian menanyakan strategi Ravel mengenai calo tiket.
Promotor berkacamata itu berkata, “Gue mikir calo butuh makan. Nggak bisa kita nutup mata soal calo ini. Kalau gue bilang, negeri kita ini, negeri sejuta calo. Apa pun dicalo-in. Itu penghasilan mereka juga.”
Namun, ia juga menyayangkan tindakan para calo dan meminta mereka untuk lebih “tahu diri”. Kasihan dengan orang-orang yang memang mau menonton konser, tetapi sulit mendapatkan tiketnya karena sudah dibeli calo.
Baca Juga: Ramalan Keuangan Bulan Juni Sesuai Zodiak, Siapa yang Akan Dapat Keuntungan Tak Terduga?
“Gue menolak calo kalau di dunia perkonseran. Tapi nggak bisa dibendung karena di satu sisi mereka butuh makan. Balik lagi ke urusan perut,” ucapnya.
Ravel juga bilang, kalau untuk urusan calo tiket Coldplay ini, bukan tanggung jawab dari promotornya. Tak peduli siapa yang membeli, mereka tetap senang karena tiket konsernya laku.
“Susah dibendung. Kalau satu KTP (untuk) satu nama, lu bisa pinjem KTP siapa saja. Susah juga. Mau dibikin seperti apa pun pasti akan ada.
“Andaikan balik ke zaman dulu, belum online, suruh ngantri mau beli tiket di mana, tetap saja kan ada calo,” katanya. (Elga Windasari)