senggang

3 Cerita Seru Di Balik Pembuatan Onde Mande! yang Bikin Film Ini Terkesan "Minang Banget"

Senin, 19 Juni 2023 | 15:25 WIB
Film Onde Mande! mengangkat kehidupan masyarakat Minang, terutama kehidupan desa nelayan Sigiran di dekat Danau Maninjau. (Instagram @ondemandefilm)

PejuangKantoran.com - Film Onde Mande! bisa dibilang jadi salah satu film nasional yang memberi warna berbeda dari kebanyakan film Indonesia yang beredar di bioskop.

Film berdurasi 97 menit ini mengangkat kehidupan masyarakat Minang, terutama kehidupan di desa nelayan Sigiran di dekat Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Untuk semakin menguatkan kesan lokal, selain dialog yang 70 persen menggunakan bahasa Minang, syuting berlangsung di Sigiran, Maninjau, para kru dan pemeran pun kebanyakan berdarah Minang, seperti Jose Rizal Manua, Jajang C. Noer, Shenina Cinnamon, Ajil Ditto, hingga Emir Mahira.

Baca Juga: Sempat Terpikir Break Main Film, Emir Mahira Bersyukur Akhirnya Bergabung di Onde Mande!

Banyak cerita unik yang mereka alami selama syuting dua minggu di Desa Sigiran, yang menguatkan kesan bahwa Onde Mande! memang film yang Minang banget!

1. Bagi Jajang C. Noer, Onde Mande! film tersusah sepanjang karirnya

Walaupun sering mendengarkan orangtua dan sanak saudaranya berdialog dalam bahasa Minang, Jajang C. Noer mengaku tidak terbiasa berbicara dalam bahasa tersebut.

"Saya setengah mati mengantar dialog-dialog dalam bahasa Padang karena saya kan orang Jakarta. Memang dari bayi, saya sudah mendengar bahasa Minang dari ibu bapak saya. Tapi, kan gak kulina (tidak terbiasa), karena nggak dipraktekkan," ujarnya, saat promosi film Onde Mande! di Cinepolis Senayan Park, Jakarta, Rabu (14/6/2023).

Jadi, begitu mendapat skenario dan mencoba mempraktikkan dialog-dialognya, pengucapannya dinilai tidak tepat. Terpaksa ia menghafalkan semua dialog tersebut seperti ketika menghafalkan skenario dalam bahasa Perancis, yaitu kata per kata.

Padahal ketika dua tahun Onde Mande! ditawarkan, ia langsung tertarik karena merasa ada kesamaan, yaitu sama-sama orang Padang.

"Film ini sangat Minang. Film tentang Minangkabau kan jarang sekali. Dan, ini Minangkabau yang sehari-hari di masa sekarang, bukan dari sejarah.

"Ada tabiat atau sifat orang Minang yang diangkat di situ seperti semangat gotong royong, walau sekarang sudah tidak terlalu banyak!" terang aktris bernama asli Lidia Djunita Pamoentjak ini.

Tuntutan untuk menghafal semua dialog ini yang ia akui membuatnya kewalahan.

"Ternyata susah! Saya merasa ini adalah peran yang paling susah sepanjang karir film saya. Bener! Saya musti ngapalin. Ngapalin, gak kelar-kelar! Bisa 15 kali ya, diulang-ulang take-nya!"

2. Ajil Ditto kagum dengan kesederhanaan anak muda Sigiran

Halaman:

Tags

Terkini