PejuangKantoran.com - Akhir pekan umumya menjadi kesempatan bagi banyak keluarga untuk memasak sendiri makanan untuk keluarga. Ada yang menyiapkan sarapan ala restoran di hotel bintang lima, ada pula yang rela blusukan di pasar untuk mencari bahan makanan segar seperti ikan. Atau, kamu termasuk yang suka memburu ikan segar yang baru beberapa jam sebelumnya ditangkap oleh nelayan?
La Ode Saiful Rahman, alumni Masterchef Indonesia Season 8, sehari-hari menyantap seafood segar yang didapatkannya langsung dari nelayan. Subuh-subuh, pria asal Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, ini sudah mendatangi pantai. Dari nelayan yang baru selesai melaut, La Ode kerap menemukan “harta karun”. Suatu kali ia pernah melihat ikan tuna sebesar paha orang dewasa dan langsung tawar-menawar.
Asyiknya seafood segar dari timur Indonesia, menurut pria kelahiran 1997 ini, tidak perlu diberi bermacam bumbu atau rempah saat dimasak karena citarasa dagingnya yang manis.
Baca Juga: 8 Sarapan Makanan Berenergi yang Bisa Bikin Senin Kamu Jadi Semangat dan Produktif
“Kalau Anda beruntung menemukan seafood segar di pasar, tak perlu repot-repot sediakan bumbu. Langsung bakar begitu saja, tanpa taburan atau olesan bumbu apa pun. Anda akan bisa merasakan kesegaran ikan, rasa manis dagingnya, sekaligus rasa asin air laut. Sedap!” katanya.
Ada perbedaan cara mengolah seafood di Indonesia Timur dan Indonesia Barat. Di Timur, seafood yang baru ditangkap langsung diolah dalam keadaan masih segar, sehingga cita rasanya masih alami dan otentik, begitu menurut pengamatan Mida Saragih, Ocean Program Manager dari Yayasan EcoNusa.
“Bumbu yang digunakan masyarakat Indonesia Timur juga tak sebanyak di Indonesia Barat yang terbilang kompleks. Misalnya, dibuat kuah kuning, hanya diberi kemangi, ketumbar, lengkuas, kunyit, dan serai,” katanya.
Baca Juga: Kamu Nggak Salah Baca: Dior Luncurkan Kue Jahe Seharga Rp1,3 Jutaan di Harrods
Saking simpelnya, tambah La Ode, beberapa daerah punya hidangan ikan laut yang tidak memerlukan pemanasan dengan cara apa pun.
“Ikan diiris-iris lalu diberi asam dari jeruk nipis. Setiap daerah punya nama hidangan masing-masing. Di Maluku namanya gohu. Ikan laut jenis apa pun hanya perlu dibubuhi perasan jeruk nipis, lalu ditambahkan kenari dan kemangi. Di Sulawesi Selatan namanya pacco,” jelasnya.
Ikan napoleon
Salah satu jenis ikan yang juga kerap diskonsumsi La Ode adalah ikan napoleon (Cheilinus undulatus). Ikan napoleon termasuk jenis ikan karang berukuran besar yang cantik dengan warna-warna cerahnya. Ikan ini juga boleh ditangkap dan disantap, hanya saja jenis dengan ukuran tertentu sesuai aturan pemerintah.
Menurut La Ode, napoleon merupakan ikan laut yang dagingnya paling manis di antara banyak ikan laut lain. Dia punya tips kalau kamu menemukan ikan napoleon dan ingin memasaknya.
Baca Juga: Weekend Berdaya: Workshop Membuat Fashion Lookbook Bersama Chris Bunjamin
“Kulit napoleon yang cenderung agak tebal melindungi dagingnya yang lembut, sehingga tidak hancur ketika proses memasak. Masak saja napoleon dalam kondisi utuh. Sebab, kalau dipotong atau diiris, tekstur dagingnya bisa rusak,” seru pria yang gemar naik gunung ini.
Sayangnya, menurut La Ode, sekarang ikan napoleon cukup sulit ditemukan. Hingga beberapa tahun lalu, napoleon tersedia cukup banyak di lautan Indonesia Timur. Hanya saja, saat ini populasinya mulai menurun. Di pasar-pasar di Kendari saja napoleon sulit didapatkan. Ia harus mencari ke pulau sekitar, seperti Wakatobi atau Buton.
Artikel Terkait
Erina Gudono Pernah Bekerja sebagai Finance Analyst. Yuk, Kenali Peran Finance Analyst Ini!
Presiden Jokowi Memakai Beskap Pink Fuchsia Saat Siraman Kaesang. Apa Makna Warna Fuchsia?
Problem Jaringan yang Biasa Terjadi Saat Mengakses Online Test Rekrutmen Bersama BUMN
Pernikahan Kaesang Erina Bakal Diramaikan Panggung Makanan: Ini Loh Perusahaan Saya, Saya Pamer
Harus Gercep, Blibli Histeria Kasih Diskon Gede-gedean dan Beli Wuling Air ev Rp12 Aja!