Selama tahun 1400-an, Hari Valentine mulai dikaitkan dengan kisah cinta. Pesan-pesan melalui surat dan puisi tulisan tangan yang menyatakan kasih sayang mulai bermunculan dan semakin populer.
Pada pertengahan 1800-an, kartu Valentine mulai diproduksi. Dari sini tradisi berkembang menjadi saling berbagi hadiah tradisional berupa permen dan bunga, terutama mawar merah yang melambangkan cinta dan keindahan.
Kini, Hari Valentine sudah berkembang lagi menjadi semakin komersial. Toko-toko, restoran, atau hotel berbintang pun mengambil kesempatan ini untuk mendapatkan keuntungan dari peningkatan penjualan pernak-pernik atau pengalaman merayakan Valentine.
Hari Valentine menjadi sebuah produk komersial, yang dicari ataupun dicaci oleh banyak orang.
Artikel Terkait
Mengapa Banyak Perusahaan Teknologi Teratas di Amerika Memiliki CEO Berdarah India?
Punya Indera Keenam, Ini yang Dialami Taskya Namya Ketika Syuting Film Waktu Maghrib
Walaupun Sangat Menghormati Sundar Pichai, Satya Nadella Yakin Microsoft Bisa Mengalahkan Google
Pertanyaan Klasik Terjawab: Apa Investasi Paling Aman?
Berapa Idealnya Panjang Resume Supaya Tidak Langsung Terhapus oleh Sistem Tracking Otomatis?
'Tempat Transit Menakutkan,' Stasiun Manggarai Ternyata Punya Nilai Sejarah Tinggi: Stasiun Perjuangan Rahasia