PejuangKantoran.com - Berkarir di dunia film ternyata tidak selalu menyenangkan bagi Ringgo Agus Rahman. Ada masanya ia merasa jenuh, karena terjebak dalam citra komedian yang ia rasa tidak mencerminkan dirinya.
Selama terjun di dunia hiburan, Ringgo Agus Rahman merasa tidak pernah melawak secara profesional ataupun memiliki acara komedi di televisi. Namun, citra seperti itu yang dirasakan melekat pada dirinya.
“Gue tuh selama ini selalu dianggap bukan aktor ya. Selalu (dianggap) komedian. Padahal, gue tidak pernah berkomedi atau ngelawak, punya acara tivi yang ngelawak atau apapun itu.
Baca Juga: 6 Cara Memeriksa Legalitas Perusahaan, Jika Mendapat Tawaran Kerja yang Mencurigakan
“Tapi, gue selalu dianggap seperti itu!” tukas Ringgo Agus Rahman, saat penayangan perdana Jatuh Cinta Seperti di Film-Film di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Beberapa kali bertemu dengan sutradara yang menawari kesempatan berakting, jarang ada yang secara serius memberi arahan berakting untuk Ringgo.
Terkadang, aktor yang mengawali karir sebagai penyiar radio ini tidak diberi kesempatan untuk berdiskusi tentang karakter yang dipercayakan padanya, dan hanya diberi brief untuk melucu saja. Sementara, bukan seperti itu yang ia inginkan.
Setiap kali Ringgo mengajak berdiskusi tentang pencarian karakter, beberapa sutradara seolah menyerahkan semuanya pada dirinya. Ini yang membuatnya heran, mengapa dirinya tidak diberi kesempatan untuk berdiskusi layaknya sutradara dan aktornya.
Tak disangka, pria yang terkesan tukang mbanyol ini ternyata perasa. Ringgo mengaku merasa terluka dengan pengalaman seperti itu. Pekerjaan yang pada awalnya begitu menyenangkan, tetapi kemudian terasa monoton.
Aktor kelahiran Bandung, 12 Agustus 1982, ini merasa akting hanya menjadi pekerjaan yang ia jalani tanpa ada passion. Untuk menghilangkan rasa jenuh itu, segala cara pun ia coba. Ringgo mencoba alih profesi sebagai kru iklan, sampai diving ke berbagai pelosok Indonesia.
“Gue pernah menjalani fase di mana gue pikir main film itu akan menyenangkan tapi ternyata gue terjebak dalam rasa jenuh. Gak disangka, ternyata ada ya?
"Sampai akhirnya gue memutuskan kerja sebagai kru iklan aja deh. Gue inget banget pada waktu itu, gue jalani pekerjaan itu selama tiga tahun.
Baca Juga: Bahaya Duduk Terlalu Lama Bisa Sebabkan Demensia, Mulai Sering Bergerak Yuk
"Terus ngapain lagi, ya? Rasanya masih ada yang kurang nih. Apa lagi yang harus dilakukan untuk memenuhi rasa itu. Jadi diver deh! Gue diving lah. Keliling Indonesia Timur dan segala macam!” serunya.
Namun, cintanya terhadap seni peran terus memanggil sehingga ia pun memutuskan untuk menerima tawaran-tawaran akting yang masuk pada saat itu. Harapannya adalah gairahnya untuk berakting muncul lagi.
Artikel Terkait
Berjuang untuk Kemanusiaan, Jurnalis Foto Palestina Jadi Man of The Year 2023 Versi Majalah Pria GQ Timur Tengah
Agar Terlihat Seperti Anak SMA di Ancika 1995, Zee JKT48 Sengaja Menurunkan Berat Badan
Charlie Munger, Tangan Kanan Warren Buffet Meninggal Dunia di Usia 99 Tahun
15 Miliarder Muda di Bawah Usia 30, 11 Di antaranya Mendapat Kekayaan dari Warisan Keluarga
Yang Bikin Zee JKT48 Sempat Drop dan Sering Homesick saat Syuting Ancika 1995
Daftar “30 Under 30 Marketing & Advertising Class” versi Forbes, Ada Kendall Jenner dan Latto!
Yang Dimaksud Nirina Zubir dengan Terlahir Kembali Saat Bermain di Film Jatuh Cinta Seperti Di Film-Film