Nggak Cuma Jual Kenangan, Begini Cara Edward Tirtanata Membawa Kopi Lokal Jadi Unicorn

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 16 April 2026 | 20:44 WIB
CEO Kopi Kenangan Edward Tirtanata pernah dipaksa lulus kuliah lebih cepat karena masalah finansial keluarga. (Forbes Asia)
CEO Kopi Kenangan Edward Tirtanata pernah dipaksa lulus kuliah lebih cepat karena masalah finansial keluarga. (Forbes Asia)

PejuangKantoran.com - Selasa (7/4/2026) lalu menjadi momen istimewa bagi Kopi Kenangan. Gerai kopi asli Indonesia ini resmi membuka outlet pertamanya di Taiwan, tepatnya di distrik komersial paling bergengsi di Taipei, yaitu Shin Kong Mitsukoshi A11, Level 2, Xinyi District.

Di pasar internasional, mereka menggunakan nama Kenangan Coffee. Taiwan sendiri dikenal dengan pasar kopi yang didominasi pemain lokal yang sudah sangat kuat.

Kehadiran Kenangan Coffee di Taiwan ini menyusul ekspansi mereka sebelumnya di Malaysia, Singapura, Australia, dan India. 

Baca Juga: Kopi Kenangan Buka Gerai Pertamanya di Taiwan, Datangkan Kopi Langsung dari Sumatera dan Bali

Namun siapa sangka, di balik kesuksesan Kopi Kenangan, ada cerita tentang ketangguhan seorang pria pernah dipaksa menyelesaikan kuliahnya hanya dalam dua setengah tahun karena masalah finansial keluarganya.

Pengalaman masa muda itulah yang membentuk mentalitas kerja co-founder dan CEO Kopi Kenangan Edward Tirtanata. Setiap pagi ia bangun lalu berolahraga pukul 05.00. Ia juga dikenal sebagai pemimpin yang bisa bekerja 15 hingga 17 jam sehari. 

Strategi pasar menengah

Ide Kopken (begitu sebutan anak muda untuk outlet kopi ini) muncul dari pengamatan sederhana Edward pada tahun 2017. Ia melihat ada celah besar di pasar kopi Indonesia: karyawan muda yang ingin kopi yang lebih enak daripada kopi instan pinggir jalan, tapi tidak sanggup membayar harga kopi di jaringan internasional seperti Starbucks.

Bersama sahabat SMA-nya, James Prananto, Edward mengumpulkan modal awal sebesar Rp150 juta untuk membuka gerai pertama mereka.

Edward punya cara unik saat pertama kali bertemu investor. Ia membawa empat cup kopi dan meminta mereka melakukan tes rasa. Cara ini ternyata cukup mencuri perhatian.

Baca Juga: Dalam 7 Tahun, Kopi Kenangan Menjadi Startup Unicorn dengan Penjualan 0 Juta Per Tahun 

"Ada sesuatu dari rasanya yang terasa pas saja di lidah," kenang Rohit Agarwal, salah satu investor dari Peak XV.

Strateginya untuk memposisikan diri di pasar menengah juga membuahkan hasil luar biasa. Kopi Kenangan resmi menjadi unicorn pada tahun 2021 setelah meraih pendanaan seri C senilai $96 juta.

Yang lebih mencengangkan, mereka berhasil melampaui jangkauan ritel Starbucks di Indonesia hanya dalam waktu singkat.

"Kami ingin menjadi perusahaan atau merek tunggal yang paling dominan di Asia Tenggara, bukan hanya dari jumlah toko tetapi dari pendapatan dan profitabilitas," ujar Edward, yang biasa menyesap 3 sampai 5 cangkir kopi untuk menjaga staminanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes, Taiwannews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X