Dalam Hati Suhita, Omar Daniel Gambarkan Sulitnya Bawakan Karakter Gus Birru yang Rapuh

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 22 Mei 2023 | 21:31 WIB
Banyak pesan dan edukasi dalam film Hati Suhita yang membuat Omar Daniel terkesan. (Instagram @omardaniel_)
Banyak pesan dan edukasi dalam film Hati Suhita yang membuat Omar Daniel terkesan. (Instagram @omardaniel_)

PejuangKantoran.com - Sejak 11 Mei 2023 lalu, Omar Daniel melakukan tur ke 17 kota di Indonesia untuk mempromosikan film terbarunya, Hati Suhita. Sebelum gala premiere-nya di Jakarta, Omar sudah mengunjungi enam kota.

Pria bernama lengkap Omar Daniel Assegaf ini tidak menyangka bahwa penggemar di setiap kota yang dia kunjungi sangat antusias dengan film yang diangkat dari novel karya Khilma Anis tersebut.

“Antusiasmenya lebih jauh dari ekspektasi kita. Tidak menyangka responnya begitu positif dan luar biasa. Happy yang pasti!” aku Omar Daniel, saat gala premiere Hati Suhita di Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Selasa (16/5/2023) lalu.

Baca Juga: Buat yang Bosan Horor, Hati Suhita Bisa Jadi Alternatif Must See Film di Bioskop

Omar menduga antusiasme tersebut dipicu penggemar novelnya yang penasaran dengan kisah cinta segitiga dalam pesantren di film berdurasi 2 jam 17 menit itu.

Berperan sebagai Gus Birru, seorang anak pemilik pesantren, Omar digambarkan sebagai sosok yang menghadapi dilema. Untuk meneruskan pesantren keluarga, ia diminta untuk menikah dengan wanita yang tidak ia cintai.

Namun sebagai pejuang hak asasi dan kebebasan memilih, apa yang diminta orangtuanya jelas bertentang dengan batin Gus Birru.

Banyak pesan dan edukasi yang disampaikan film ini yang membuat Omar akhirnya mau berperan di film produksi Starvision ini.

“Tema yang ingin diangkat di film ini banyak yang bagus, seperti women supporting women, tidak adanya orang ketiga, tidak adanya tokoh antagonis yang mana membuat aku salut.

“Tidak banyak film yang mengangkat hal-hal yang saya sebutkan itu sekaligus mengangkat budaya Jawa, terutama Jawa Timur. Dan, yang aku anggap unik adalah Ning dan Gus di mana sebelumnya aku tidak pernah mengerti tentang hal tersebut.

Baca Juga: Ribetnya Ketika Desy Ratnasari Harus Berbicara dengan Logat Jawa Timuran di Film Hati Suhita

“Di sini kita belajar memahami kehidupan Ning dan Gus seperti apa, serta gimana budaya mereka,” terang lulusan Universitas Mercu Buana yang menyelesaikan kuliahnya dengan IPK 3,75 itu.

Untuk berakting sebagai seorang Gus (sebutan untuk putra kiai), Omar banyak berdiskusi dengan suami penulis novel yang juga memang seorang Gus. Dia sempat wawancara langsung suami Ning Khilma yang kebetulan ikut ke Jakarta.

Di situ, pria kelahiran Solo, 9 April 1995 ini banyak bertanya tentang hal-hal yang biasa dilakukan dan yang tidak mungkin dilakukan oleh seorang Gus dan Ning dalam pesantren.

“Yang tersulit bagi saya adalah bagaimana saya harus menunjukkan rasa tanpa bersuara. Rasa di mana saya ingin mempertahankan cinta saya pada Rengganis, tapi saya tidak bisa bersuara karena harus menuruti kemauan orangtua menikahi Alina.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X