sosok

Pegang Sejumlah Jabatan, Pramaditya Wicaksono Jadi Guru Besar Termuda UGM di Usia 35 Tahun

Jumat, 8 September 2023 | 14:38 WIB
Pramaditya Wicaksono menyandang guru besar termuda dalam sejarah UGM di usia 35 tahun. (UGM.ac.id)

Hal lain yang menurutnya menjadi faktor dirinya bisa menjadi guru besar termuda adalah karena diamanahi mengemban sejumlah jabatan di fakultas. Ini membuatnya mendapat angka kredit terkait pelaksanaan pendidikan per semester.

Prama bilang, “Kalau cuma dari mengajar dan membimbing mahasiswa belum tentu bisa mencapai jumlah angka kredit dosen terkait pelaksanaan pendidikan yang dipersyaratkan jadi guru besar.”

Ia saat ini tengah menjabat sebagai Ketua Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh, Departemen Sains Informasi Geografi di Fakultas Geografi UGM.

Selain itu, di Fakultas Geografi diberi tanggung jawab sebagai Koordinator Coastal Biodiversity Remote Sensing Group, Koordinator Blue Carbon Research Group, Pembina Himpunan Mahasiswa Sains Informasi Geografi (HMSaIG), dan Editorial Board of Indonesian Journal of Geography (IJG).

Baca Juga: Jay Idzes Resmi Bakal Dinaturalisasi dan Perkuat Timnas Indonesia, Siapa Dia?

Sebelumnya, pria kelahiran 6 Juli 1987 ini juga sempat menjadi Sekretaris Unit Kerja Sama Dalam Negeri (UKDN) Fakultas Geografi dan Sekretaris Departemen Sains Informasi Geografi (SaIG).

Di level internasional, Pram saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua WG V/5 – Education and Awareness in Blue Economy and Coastal Marine Environment, Commission V ISPRS (The International Society for Photogrammetry and Remote Sensing).

Perjalanan studinya hingga menjadi guru besar

Prama menempuh pendidikan S1 di program studi Kartografi dan Penginderaan Jauh di Fakultas Geografi UGM pada 2004, dan lulus pada 2008. Total masa studinya hanya 3 tahun 11 bulan.

Setelah lulus, ia langsung melanjutkan S2 di program studi Geografi dengan minat studi Magister Perencanaan dan Pengelolaan Pesisir dan Daerah Aliran Sungai (MPPDAS) di Fakultas Geografi UGM pada 2008 dengan memanfaatkan Beasiswa Unggulan Dikti.

Lulus S2, Prama mendapatkan tawaran beasiswa doktoral dari program CNRD (Centers for Natural Resources and Development) melalui pendanaan dari DAAD Jerman.

Tentu saja ia tidak melewatkan tawaran tersebut, dan memilih program Doktor Geografi minat Penginderaan Jauh di Fakultas Geografi joint program dengan Cologne University of Applied Sciences, Jerman.

Baca Juga: Ricky Harun Sedang Menikmati Jadi Pegawai Kantoran, Bisa Berangkat Pagi Pulang Sore

Saat menempuh pendidikan S3 itulah ia melamar jadi dosen di Fakultas Geografi. Hal itu dilakukannya karena suka melakukan eksplorasi, gemar bercerita dan berbagi pengalaman, serta senang bertemu dengan orang-orang baru.

“Ya, karena saya orangnya suka explore, berpikirnya kalau tidak jadi peneliti ya dosen. Namun setelah dipikir-pikir, kalau jadi peneliti pasti ada masa bosannya meneliti terus,” katanya.

Halaman:

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB