sosok

Tatkala Pelukis Berkebutuhan Khusus Daffa Airotama Kumara Memlih Jakarta dalam Pelukan Malam

Minggu, 14 Januari 2024 | 11:18 WIB
Pelukis berkebutuhan khusus penyandang autisme Daffa Airotama Kumara dalam proses kreatif melukis dengan cat akrilik untuk pameran tunggal di Hadiprana Kemang Jakarta pada 13-28 Januari 2024. (PejuangKantoran.com/Josephus Primus)

PejuangKantoran.com - Daffa Airotama Kumara adalah seorang berkebutuhan khusus penyandang autisme.

Saat ini, Daffa Airotama Kumara, kelahiran 19 November 1998 sudah menjadi seorang pelukis berkebutuhan khusus penyandang autisme.

Pada usia 2 tahun, dokter mendiagnosa Daffa Airotama Kumara menyandang Autism Syndrome Disorder atau ASD.

"Kemampuan Daffa menggambar dan melukis kami melihat sejak usia 9 tahun," tutur ayah Daffa, Iwan Darmawan Sjamsudin, Sabtu (13/1/2024), saat membuka sambutan pada Pameran Tunggal Daffa Airotama Kumara di Studio Outsider Art Jakarta di Mitra Hadiprana, Kemang Raya, Jakarta Selatan.

Pelukis berkebutuhan khusus penyandang autisme Daffa Airotama Kumara menunjukkan satu dari 33 lukisan akriliknya saat Pameran Tunggal Daffa Airotama Kumara di Hadiprana Kemang Jakarta, 13-28 Januari 2024. (PejuangKantoran.com/Josephus Primus)

Pameran Tunggal Daffa Airotama Kumara akan berlangsung sampai dengan 28 Januari 2024.

Tentang kemampuan Daffa, anak pertama dari 3 bersaudara, Iwan Darmawan Sjamsudin, bercerita.

Saat Daffa berusia 4 tahun, Iwan Darmawan Sjamsudin menyaksikan putranya itu menggambar di atas kertas HVS.

"Dalam sehari, Daffa bisa menghabiskan 1 rim kertas HVS untuk menggambar," kata Iwan Darmawan Sjamsudin yang juga menjalankan bisnis sayur-mayur ini.

Satu rim berisi 500 lembar kertas.

Pameran tunggal lukisan karya anak berkebutuhan khusus penyandang autisme Daffa Airotama Kumara bekerja sama dengan Credo di Hadiprana Kemang Jakarta, 13-28 Januari 2024. Daffa memamerkan 33 lukisan karyanya. (PejuangKantoran.com/Josephus Primus)

Tatkala Daffa berusia 9 tahun, Iwan Darmawan Sjamsudin dan istrinya Ita Widiatirta Haryono mencarikan galeri melukis yang mau menerima anak berkebutuhan khusus atau ABK.

Tahun 2011, kata Iwan, Daffa yang berusia 11 tahun masuk ke Credo Art, sebuah galeri seni yang menerima Anak Berkebutuhan Khusus atau ABK.

Dari Credo Art di kawasan Jatibening, Kota Bekasi itulah, Daffa seturut kemampuannya mengembangkan seni melukis.

Halaman:

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB