sosok

Tatkala Pelukis Berkebutuhan Khusus Daffa Airotama Kumara Memlih Jakarta dalam Pelukan Malam

Minggu, 14 Januari 2024 | 11:18 WIB
Pelukis berkebutuhan khusus penyandang autisme Daffa Airotama Kumara dalam proses kreatif melukis dengan cat akrilik untuk pameran tunggal di Hadiprana Kemang Jakarta pada 13-28 Januari 2024. (PejuangKantoran.com/Josephus Primus)

"Daffa mulai melukis di atas kanvas," ujar guru dan pendamping melukis Daffa dari Credo Art, Timotius Suwarsito pada pembukaan pameran tunggal Daffa.

 

(Kiri ke kanan) Iwan Darmawan Sjamsudin (ayah kandung Daffa Airotama Kumara), Timotius Suwarsito (guru melukis Daffa), dan pelukis berkebutuhan khusus Daffa Airotama Kumara pada pameran tunggal di Hadiprana Kemang, Jakarta, 13-28 Januari 2024. (PejuangKantoran.com/Josephus Primus)

Jakarta dalam Pelukan Malam

Lebih lanjut, Timotius Suwarsito yang karib disapa Kak Toto ini menerangkan tentang tema Jakarta dalam Pelukan Malam.

"Jakarta menebarkan keindahan malam hari dengan lampu-lampunya yang terang benderang," tutur Timotius Suwarsito membeberkan alasan di balik 33 karya lukisan Daffa yang seluruhnya menggambarkan nuansa malam Jakarta.

Lukisan Daffa di atas kanvas berbasis cat akrilik atau cat lukis dengan pengencer air tersebut menggambarkan warna-warni Jakarta dengan kemacetannya, ikon Jakarta yakni Monas, Jakarta International Stadium, Gedung Keong Emas, simpang susun Mampang, hingga kapal di pelabuhan.

Anak berkebutuhan khusus autisme Daffa Airotama Kumara saat memamerkan karya lukisannya pada Pameran Tunggal Daffa Airotama Kumara di Hadiprana Kemang Jakarta Selatan pada 13-28 Januari 2024. (PejuangKantoran.com/Josephus Primus)

"Saya suka melukis Monas," tutur Daffa, lelaki penyuka santapan gado-gado dan tahu telor ini.

Menurut Kak Toto, tatkala Daffa memilih Jakarta dalam Pelukan Malam, daya tarik ajaib dan misteri ibu kota yang tak pernah tidur itu terpancar dalam ke-33 lukisan Daffa.

Pameran tunggal kini sejatinya adalah pameran tunggal pertama bagi Daffa.

"Pameran tunggal ini juga untuk mewujudkan mimpi ibunya Daffa yang belum lama ini meninggal dunia," kata Iwan Darmawan Sjamsudin.

Daffa setidaknya sudah 5 kali menyertakan karya-karya lukisannya pada pameran-pameran lukisan.

Kelima pameran itu adalah Pameran Persada Vaganza 25 November 2022 hingga 17 Desember 2022 di Credo Art.

Lanjut, Daffa juga ikut serta di Pameran Spectrum of Imagination pada 30 Maret 2023 sampai dengan 30 April 2023 di Hadiprana Art Center serta Pameran Seni Rupa Bianglala Imajinasi, 6-11 April 2023 di Bentara Budaya Jalan Palmerah Selatan, Jakarta.

Daffa berpartisipasi pula dengan karya-karyanya di Pameran Bersama berjudul Bangkit Anak Indonesia, 23 Juli 2023 sampai dengan 23 Agustus 2023 di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, dan Pameran Superhuman Atas Rasa Tjinta atau ART, 10-12 November 2023 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Halaman:

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB