sosok

Berlatih Nyinden demi Peran di Sinden Gaib, Sara Fajira Bingung Jadinya Mirip Cengkok Mandarin

Selasa, 27 Februari 2024 | 09:57 WIB
Sara Fajira berlatih nyinden terus-menerus demi perannya di film Sinden Gaib. (Instagram @sarafajira)

PejuangKantoran.com - Umumnya orang akan berasumsi bahwa sebagai penyanyi seharusnya tidak akan sulit bagi Sara Fajira untuk berperan sebagai seorang sinden di film Sinden Gaib. Ternyata, yang terjadi justru kebalikannya.

Walaupun sempat belajar langsung dengan seorang pesinden beberapa kali dalam sebuah workshop, Sara Fajira giat berlatih nyinden hingga pengambilan gambar Sinden Gaib dimulai.

Baca Juga: Kuliah di Turki Semakin Dinikmati, Bisa Belajar dengan Standar Pendidikan Setara Kualitas Eropa

“Bahkan ketika aku di waiting room atau lagi ganti baju, dengerin terus-menerus sinden itu bagaimana,” seru Sara Fajira, saat konferensi pers Sinden Gaib di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Senin (19/2/2024).

“Aku nyanyiin terus-menerus karena aku nggak mau sampai gagal membawakan sinden Banyuwangi ini,” lanjut pemeran Ayu di film garapan sutradara Faozan Rizal itu.

Gadis kelahiran Surabaya 3 Mei 1996 ini tidak mau reputasinya dirinya sebagai penyanyi dipertaruhkan jika ia tampil mengecewakan. Makanya Sara selalu memastikan lagu yang harus ia nyanyikan sudah ia kuasai.

“Aku juga seniman, musisi. Aku nggak mau gagal dalam performance-ku. Seumpamanya aku membawakan laguku sendiri, Lathi. Aku nggak mau sampai Lathi itu salah, fals atau gimana.

Baca Juga: Merek Beretika Itu Menyerah: The Body Shop Menutup Tokonya di Inggris Usai Kesulitan Keuangan

“Begitu juga dengan Sinden Banyuwangi ini. Aku benar-benar dengerin mulai dari awal dikasih contohnya oleh ibu Cahwati (pesinden yang melatih Sara) sampai di perjalanan menuju Trenggalek dan tiba di hotel,” terang Sara.

Lewat bantuan dari sang ayah yang juga seorang musisi, pemeran Asih di film Para Betina Pengikut Iblis ini mengetahui bahwa untuk menyanyikan Sinden Banyuwangi ini perlu sedikit sentuhan Mandarin.

“Hampir mirip (menyanyi lagu Mandarin), dan saat latihan, aku nyanyi agak miring sedikit. Tapi kok, nadanya jadi nge-blues? Aku nyanyiin lagi. Lho, kok malah jadi Mandarin?

“Aku nyanyiin lagi, eh… cengkoknya jadi R&B! Itu sebabnya harus benar-benar diperhatikan setiap notasinya. Nggak bisa asal nyanyi begitu saja!” ujar Sara, menceritakan prosesnya berlatih nyinden.

Baca Juga: Pengembang Properti PT Ciputra Nusantara Buka Lowongan Kerja Business Development Officer

Penyanyi yang melejit berkat kolaborasi dengan Weird Genius ini menganggap bahwa nyinden sebagai sebuah seni.

“Ini sebuah seni ya, makanya aku nyanyiin lagi, hafal setiap nada, setiap penekanan, dan setiap bahasanya. Itu aku pelajari banget!” tukasnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB