“Sebagai coach, cara menangani setiap manusia berbeda-beda, terutama anak-anak di bawah 5 tahun. Umur Farrell pada saat syuting baru 4 tahun. Kita beruntung karena dapat anak yang jenius sebagai aktor!” pujinya.
Salah satu metode akting yang menurutnya sering tidak diterapkan oleh kebanyakan pelatih akting adalah bagaimana keluar dari karakter setelah syuting kelar.
Baca Juga: Tren Micro-Franchise Makin Berkembang, Cocok buat Orang Kantoran yang Ingin Penghasilan Tambahan
Bahayanya jika karakter itu tidak dilepaskan setelah melakukan adegan mencekam atau tragis, hal itu akan mengganggu kesehatan mental si aktor.
“Kita menerapkan cara berakting yang aman dan sehat. Sebagai aktor, kita biasanya tahu dan dilatih bagaimana caranya masuk dalam karakter.
“Tetapi bagaimana melepaskan tokoh dari diri kita, itu jarang diajarkan oleh acting coach di Indonesia,” tukas Putri.
Maka, itulah cara yang ia coba formulasikan pada pemain Dua Hati Biru. Menurutnya, cara itu bukan hanya untuk aktor dewasa, tetapi juga untuk aktor cilik seperti Farrell.
Baca Juga: Haruskah Membalas Email Penolakan dari Rekruter bahwa Kita Tidak Diterima Bekerja?
Harapannya, setelah menjalankan adegan-adegan berat atau emosional, si pemain bisa pulang dengan perasaan tenang dan lega.
“Dan, buat aktor anak, kami selalu mengimbau agar orangtua selalu hadir dan suportif akan kebutuhan anaknya,” tutupnya. (Syanne Susita)