PejuangKantoran.com - Aktris senior peraih 5 Piala Citra, Christine Hakim, rela “dikerjain habis-habisan” saat bermain dalam film horor Siksa Kubur.
Dalam salah satu adegan di film garapan sutradara Joko Anwar itu, Nani -karakter yang diperankan Christine Hakim- berada di laundry room sebuah panti jompo.
Baca Juga: Siap-siap, Ini Mekanisme Penilaian Tes Online Tahap 1 Rekrutmen Bersama BUMN 2024
Ceritanya, karena kesal suaminya tertangkap basah sedang selingkuh, Nani melempar cincin pemberian suaminya ke dalam mesin cuci.
Sialnya, tanpa sengaja Nani menekan tombol mesin cuci yang membuat dirinya harus berjuang mati-matian keluar dari mesin cuci tersebut.
Peran Nani rupanya ditawarkan oleh Arya Ibrahims, manajer Christine.
“Ya, ketika pertama kali disodorkan oleh mas Arya, ya, si anak jahanam itu (dengan nada bercanda) dari tim manajemen. Diberitahukan bahwa, 'Ada cerita buat Ibu. Tidak banyak, tetapi ini menarik'.
Baca Juga: 2 Cara Mengurangi Utang Kartu Kredit yang Bikin Kamu Merasa Aman Secara Finansial
“Ketika disampaikan bagaimana menariknya, wih, sinting nih! Memang kalian anak-anak yang kurang ajar, ya. Kok, peran buat ibunya bukannya makin dijagain, makin hati-hati ya?” seloroh Christine saat gala premiere Siksa Kubur Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Rabu (3/4/2024).
Akting yang kuat, dikombinasikan dengan CGI (computer-generated imagery) dan sudut-sudut kamera close up di setiap gambar, membuat adegan solo Christine Hakim di ruang laundry ini menjadi satu adegan paling mencekam di film.
Walaupun sempat menganggap adegan yang harus dilakukannya di film itu “sinting”, Christine tahu kesempatan itu tidak bisa dilewatkan karena menurutnya sangat menarik.
“Saya tahu ini akan menarik. Hanya umur sudah tidak muda lagi. Secara teknis, tidak mudah. Sebagai pemain, banyak hal belum pernah saya alami.
Baca Juga: Yang Mau Jadi Anak BUMN, Ini Lowongan Kerja Jadi Staf Desain Grafis di Damri
“Adegan ini belum pernah saya kerjakan, dan sebetulnya memiliki resiko sangat besar karena saya sudah tidak muda lagi!” ujar aktris kelahiran 25 Desember 1956 itu.
Jika akhirnya adegan itu bisa tereksekusi dengan baik, prosesnya ternyata tidak mudah, dan butuh konsentrasi yang tinggi.