sosok

Sang Penerus: Chloe Malle Resmi Gantikan Anna Wintour sebagai Pemimpin Redaksi Vogue

Jumat, 5 September 2025 | 17:18 WIB
Chloe Malle, putri aktris Candice Bergen, resmi diangkat sebagai pemimpin redaksi Vogue menggantikan Anna Wintour. (Vogue)

PejuangKantoran.com - Ketika Anna Wintour mundur dari jabatan pemimpin redaksi Vogue, Juni lalu, setelah lebih dari tiga dekade memimpin majalah mode tersebut, para pengamat mode langsung penasaran: siapa yang akan menggantikan posisi tersebut?

Nah, kabar terbaru mengenai siapa pengganti Anna Wintour sudah tersiar: Chloe Malle, yang ternyata sudah lama banget berkecimpung di balik layar Vogue.

Buat yang belum terlalu familiar, Chloe Malle bukan orang baru di dunia jurnalisme dan fashion. Karirnya dimulai sebagai reporter di New York Observer tahun 2009, sebelum akhirnya bergabung ke Vogue tahun 2011 sebagai social editor.

Baca Juga: Panggilan untuk Para Pendidik: Sampoerna University Buka Lowongan Dosen General Education

Dari situ, karirnya terus menanjak, sampai akhirnya dipercaya pegang kendali editorial untuk Vogue.com dan nge-host podcast mingguan mereka, The Run Through with Vogue.

Saat ini di usia 39 tahun, Chloe resmi didapuk sebagai pemimpin redaksi atau chief editor Vogue Amerika. Pergantian pimpinan ini boleh dibilang bukan cuma promosi biasa, tapi seperti pergantian tongkat estafet dalam peristiwa besar.

“Saya merasa sangat beruntung masih punya Anna hanya beberapa pintu di sebelah sebagai mentor,” kata Malle. Punya mentor sekaliber Anna Wintour yang sudah dianggap living legend di dunia fashion tentu bukan hal yang biasa-biasa.

Kesalahan pada awal karir

Chloe Malle sendiri datang dari keluarga yang sangat dikenal. Ia putri dari aktris Candice Bergen dan sutradara Perancis Louis Malle. 

Perjalanan Chloe di Vogue penuh cerita menarik. Dalam wawancaranya beberapa tahun lalu, dia sempat cerita soal pengalaman interview dengan Wintour.

Baca Juga: Strategi Konsumsi Energy Gel Seperti Ini yang Harus Kamu Lakukan Saat Mengikuti Full Marathon

Katanya, ada aturan tak tertulis kalau mau wawancara di Vogue, misalnya, jangan pakai busana hitam. Eh, Chloe datang dengan outfit serba hitam karena dingin.

“Ternyata orang-orang tahu ada banyak hal yang harus dilakukan atau dihindari saat wawancara di Vogue, tapi saya nggak punya komunitas yang kasih tahu soal itu,” ujarnya sambil tertawa.

Meski begitu, kesalahan kecil itu nggak menghalangi jalannya. Justru Chloe berhasil membuktikan diri dengan kerja keras dan ide-ide segar. Ia sudah pernah menangani berbagai konten, mulai dari fashion, politik, rumah dan taman, sampai kesehatan.

Bahkan sejak ditunjuk jadi kepala digital pada 2023, traffic situs Vogue kabarnya langsung naik dua kali lipat.

Halaman:

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB