PejuangKantoran.com - Kiprah Soraya Rasyid di dunia hiburan sekarang ini mungkin lebih banyak sebagai pembawa acara. Ia dikenal sebagai pembawa acara tetap program Uang Kaget dan Bedah Rumah yang ditayangkan di MNC TV pukul 21.00.
Selain itu, Soraya kerap diundang sebagai pembawa acara tamu seperti program Tanah Air Beta di Trans TV. Padahal, awal kariernya di dunia hiburan justru dimulai dengan berakting di sinetron Preman Pensiun.
Baca Juga: Syuting Film Bisa Lama, Ibrahim Risyad Butuh Chemistry dengan Lawan Main
Ternyata, kesibukannya sebagai host kadang menuntutnya untuk keliling berbagai daerah di Indonesia. Padahal, Soraya mengaku kangen untuk kembali berakting.
“Menjadi pembawa acara itu menyenangkan, tapi aku ingin terus menantang diri lagi. Tidak mau terlalu lama di zona aman!” terang perempuan bernama lengkap Soraya Khairana Al-Rasyid ini.
Saat membaca beberapa naskah yang mengajaknya untuk kembali berakting, Soraya mengaku langsung jatuh hati dengan naskah film Iblis Dalam Darah. Rupanya, dari kecil Soraya mengaku sebagai penyuka film-film horor. Impiannya, suatu saat akan bermain di film horor.
“Ada beberapa tawaran yang masuk ke aku tapi aku paling suka dengan cerita Iblis Dalam Darah. Selain ceritanya, aku suka dengan karakter Sukma karena dia bertindak sebagai story teller di film.
Baca Juga: Salah Terapkan Metode Akting, Giulio Parengkuan Akui Psikisnya Sempat Terganggu
“Dia yang mengetahui permasalahan awal dan mengungkapkannya pada tokoh-tokoh yang lain. Dia jadi kunci di film ini,” ungkap aktris yang menyukai pole dance ini.
Berperan sebagai Sukma yang berprofesi sebagai pesinden, Soraya dituntut untuk terlihat luwes saat bernyanyi. Untuk mendalami karakter ini, Soraya menyebutkan jika ia sempat belajar pengenalan tentang sinden selama seminggu.
“Di situ memang aku jadi pesinden dan penari. Sebenarnya, latar belakang aku memang penari dan sempat ikut sanggar. Tapi, di film ini, kemampuan menari aku tidak dipakai,” ucap gadis kelahiran Jakarta, 12 Juli 1997, ini.
Dia justru harus belajar bernyanyi dengan teknik sinden. Karena walaupun suka menyanyi, tetapi ia tidak menguasai teknik nembang. Hal ini pula yang membuatnya ingin mengambil proyek Iblis dalam Darah, yaitu: belajar nyinden.
Selain alur cerita, hal lain yang membuat dia semakin yakin untuk mengambil proyek film ini adalah karena ia menyukai karya-karya produser yang juga jadi penulis cerita ini, Helfi Kardit.
Baca Juga: Jadi Perempuan Kesurupan, Michelle Joan Sampai Belajar tentang Ritual Pengusiran Setan
Di film ini, Helfi Kardit bertindak sebagai produser. Tetapi, ia sebenarnya juga seorang sutradara yang beberapa karyanya sempat mengantarkan dirinya ke beberapa nominasi di festival film.