PejuangKantoran.com - Sebagai film yang mengangkat perjalanan hidup Buya Hamka, wajar jika film biopik Buya Hamka Vol. 1 menggaet banyak pemain mulai dari aktor cilik hingga aktor senior.
Salah satu aktor muda yang mendapat kehormatan berpartisipasi di film garapan sutradara Fajar Bustomi ini adalah Ajil Ditto.
Baginya, bisa bermain di film Indonesia dengan biaya produksi terbesar (Rp23 miliar) ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri.
Baca Juga: Totalitas! Demi Perankan Buya Hamka, Vino Bastian Rela Make-up 6 Jam
Selain itu, ada sentimen personal yang membuat dirinya langsung menerima tawaran berperan sebagai Fahri Hamka.
“Baru ditawarkan saja, perasaan aku sudah bangga banget! Terutama, aku sebagai orang Padang. Ada kesamaan dengan sosok Buya Hamka yang juga orang Padang. Seluruh keluarga aku suka dengan Buya Hamka!
“Kebetulan aku sudah membaca dan menonton beberapa karya yang ditulis oleh Buya Hamka, yang sudah dijadikan buku dan skenario film,” ungkap pria bernama asli Muhammad Fazzill Alditto ini.
Ajil mengatakan, ketika ibunya dihubungi oleh casting director dari Falcon Pictures pada tahun 2019, seluruh keluarganya ikut mendukung.
“Keluarga di Padang ikut senang. Karena ya siapa lagi sosok pemuka agama yang kita suka? Tokoh idolanya mama, nenek, ya Buya Hamka. Beliau seorang penyair, juga seorang pejuang, selain jadi pemuka agama,” tambahnya.
Sebelum syuting, Ajil banyak berdiskusi dengan pelatih akting yang memang ditugaskan untuk mengarahkan pemain.
Baca Juga: Aurélie Moeremans Tak Berniat Tuntut Dokter yang Sempat Bikin Wajahnya Lumpuh
Tujuannya, agar ia lebih mengenal karakter yang diperankannya (Fahri Hamka) sekaligus memahami sosok Buya Hamka. Saat itu, ia mengaku bertambah kagum.
“Ketika aku dijelaskan tentang perjalanan hidupnya, aku langsung… wow! Biarpun aku tidak pernah ada di lini masa kehidupannya, sosok Buya Hamka melekat di hati aku,” tukas aktor kelahiran Medan, 8 November 2001 ini.
Sebagai orang Padang, Ajil mengaku tidak kesulitan dalam membawakan dialog-dialog dalam logat Padang.
Untuk bermain dalam dua masa kehidupan tokoh Fahri (masa remaja dan masa setelah menikah), Ajil juga tidak dituntut untuk melakukan perubahan fisik secara signifikan.