PejuangKantoran.com - Hello Ghost adalah film komedi dari Korea yang dirilis tahun 2010. Film yang dibintangi Cha Tae-hyun dan Kang Ye-won ini menjadi film terlaris ke-9 sepanjang tahun.
Kini, Hello Ghost diadaptasi menjadi film Indonesia dengan bintang Indro Warkop, Hesti Purwadinata, Enzy Storia, Tora Sudiro, dan Onadio Leonardo.
Meskipun ber-genre horror komedi, sutradara Indra Gunawan menyebut film ini sebagai film aktor. Artinya, daya tarik film ini ada pada kematangan akting tiap pemainnya.
Baca Juga: Terkuak, Alasan Enzy Storia Minta Pemain Lain Menjauhi Onadio Leonardo Saat Syuting Hello Ghost
Peran keempat hantu yang akan terus mengikuti tokoh utama memang tidak banyak dialognya. Hanya menampilkan ekspresi wajah dan gesture para pemain, namun mampu menyampaikan emosi dan pesan cerita.
“Iya, film Hello Ghost ini adalah film pemain. Bang Indro, Hesti, Enzy, Tora, dan Onad bisa memainkan karakter dengan tiap keunikan karakter dengan baik. Saya yang sebenarnya berterima kasih dengan mereka,” terang sutradara Indra Gunawan.
Berperan sebagai Hantu Bima, Tora Sudiro mengaku tidak kesulitan menghafalkan dialog karena memang dialognya tidak banyak. Saking sedikit dialognya, Tora selalu berkomentar mengenai film ini dengan penuh canda.
“Ya, ini merupakan akting yang paling susah ya, karena dialog saya banyak banget!” kelakar Tora, saat gala premiere di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (5/5/2023) lalu.
Ia dan Indro Warkop, yang juga berperan sebagai hantu, bahkan dengan nada becanda menyebut bahwa kontrak kerja mereka di film ini adalah sebagai pemain ekstra.
“Ndro, emang gue perlu ya? Kan, gue ekstra di sini,” celetuk Tora.
Baca Juga: Merasa Nggak Sanggup Akting, Onadio Leonardo Sempat Mau Keluar dari Film Hello Ghost
Walau perannya tidak banyak, aktor yang baru berulangtahun ke-50 ini mengaku mau terlibat di Hello Ghost karena ia percaya dengan kru film yang terlibat.
“Gue percaya sama sutradaranya, Indra Gunawan. DOP-nya Michael (Edi Michael Santoso, Red). Dia punya gambar-gambar yang bagus. Ya, minimal dari situ aja dulu kita berangkat,” tukas Tora.
Satu hal yang sangat ia syukuri bisa terlibat dalam film ini karena kebebasan berekspresi yang diberikan oleh sutradara.
“Saya juga mau mengucapkan terima kasih buat mas Indra untuk ngebebasin (sindrom) Tourette saya. Jadi, kedip-kedip yang tertangkap di film ini bukannya akting. Tapi, itu aslinya saya.