PejuangKantoran.com - Film Kajiman: Iblis Terkejam Penagih Janji tidak hanya melibatkan aktor dari Indonesia, tetapi juga aktor Malaysia Iedil Dzuhrie Alaudin.
Aktor yang sebelumnya dikenal dengan nama Iedil Putra ini berperan sebagai anak dari Pak Ismail yang diperankan oleh Tyo Pakusadewo.
Setelah menikah dengan aktris Prisia Nasution, Iedil Dzuhrie Alaudin banyak membintangi film dan series Indonesia, termasuk Kajiman: Iblis Terkejam Penagih Janji.
Ketika mendapat tawaran film ini, ia mengira akan terlibat dalam produksi film superhero. Ia tidak tahu bahwa Kajiman ternyata film horor.
“Iya, waktu ditawarin untuk bermain di film ini, sebelum mendapat skrip, saya kira ini film superhero. Karena namanya kan membuat saya pikir seperti Superman.
"Awalnya, saya pun bacanya Kajiman menjadi Kajimen, seperti Superman,” ujar Iedil Dzuhrie Alaudin, yang lahir di Kuala Lumpur 5 Maret, 39 tahun yang lalu.
Dan, ketika tahu bahwa Kajiman: Iblis Terkejam Penagih Janji adalah film horor, Iedil sempat ingin mengurungkan niat untuk terlibat. Ia mengaku sebagai orang yang penakut dan tidak pernah berakting dalam film horor.
“Sebelumnya, pernah ditawari bermain horor, tapi... aduh males. Saya juga penakut. Tapi kemudian kita semua eksplorasi bareng-bareng sosok Kajiman itu gimana.
"Pihak penulis juga menerima masukan sehingga ketemu sosok Kajiman seperti apa," ujar pemilik nama lengkap Tengku Iedildzuhrie Putra ini.
Baca Juga: Daffa Wardhana Belajar Bahasa Bali Langsung di Lokasi Saat Syuting Bukannya Aku Tidak Mau Nikah
Dari situ, Iedil baru tahu bahwa Kajiman adalah film horor yang berbeda. Dan, ia malah jadi tertarik dengan cerita film ini. Jadi lah Kajiman menjadi film horor pertamanya.
Setelah terlibat dalam produksi film Kajiman, ternyata proses pembuatan filmnya pun tidak semenakutkan yang ia kira. Selama syuting Iedil juga sama sekali tidak menemukan kejadian yang aneh-aneh.
Malahan, ia sering mengalami kejadian-kejadian lucu. Misalnya ketika syuting bersama Tio Pakusadewo, yang berperan sebagai Pak Ismail.
Ketika itu ada adegan di mana ia berhadapan dengan Tio Pakusadewo dengan posisi dirinya tergantung di langit-langit. Sebelum syuting, para pemain melakukan rehearsal dulu supaya aman dan tahu sensasinya seperti apa.