Tak terkecuali saat ia harus mengemban tugas melanjutkan bisnis ayahnya, mulai dari media, perbankan, hingga hospitality.
"Di umur 21 tahun, aku lagi krisis identitas. Pada waktu itu, aku baru mau lulus kuliah, balik ke Indonesia dan mengalami masa transisi untuk masuk ke perusahaan keluarga.
Baca Juga: Habiskan Masa Remaja di Luar Negeri, Emir Mahira Temukan Kenyamanan Saat Pulang Ke Indonesia
“Terasa lebih berat karena itu kan bukan pilihan aku, tapi lebih karena tanggung jawab. Maka privilese yang aku punya, aku gunakan sebaik mungkin. Jadi, itu masa aku make peace dengan diri sendiri," katanya.
Jika akhirnya Putri Tanjung bisa menerima tanggung jawab berat itu adalah karena ia punya inner circle yang luar biasa hebat. Keluarga yang mendukung, mengerti, dan selalu ada buatnya.
"Selain itu, tujuan dan goal-goal kecil itu yang membuat aku semangat untuk achieve setiap harinya. Penting banget untuk membuat goal yang nggak usah jauh-jauh ya, tapi small and on daily basis," tutupnya. (Syanne Susita)