PejuangKantoran.com - Berprofesi sebagai aktris tidak berarti bisa berakting dengan mudah. Ketika mendapat tawaran bermain dalam produksi teater Titimangsa yang ke-63, Ariyah dari Jembatan Ancol, Mikha Tambayong mengaku sempat kewalahan.
Walaupun sama-sama berakting, pendekatan dan cara kerja di film dan teater sangatlah berbeda. Untuk berakting pementasan teater, Mikha Tambayong dituntut untuk melafalkan dialog secara jelas.
Baca Juga: Cakra Khan Sedih, yang Bilang Penampilan Audisinya Melempem Justru dari Negeri Sendiri
“Dari segi akting, banyak banget hal-hal yang kebawa dari film. Salah satu contohnya adalah dari segi vokal," terang Mikha usai konferensi pers Ariyah dari Jembatan Ancol di Tugu Kuntsring Palais, Menteng, Jakarta, Kamis (13/7/2023).
"Kalau di film kan, kita relying on clip on. Nyaman. Tetapi tidak di teater. Aku latihan banget sama Kak Joned Suryamoko dan Kak Heliana Sinaga (sutradara) khusus di vokal.
"Kalau di film, kita salah bisa take ulang. Di teater, tidak bisa. Jadi, banyak ilmu dan insight yang diberikan sama tim ke aku, yang nantinya bisa aku aplikasikan saat aku bermain film,” tukasnya.
Ia juga menepis bahwa keterlibatannya dalam produksi teater horor ini karena baru-baru ini sukses berakting di Sewu Dino, film horor terlaris tahun ini. Melainkan, lebih karena ia mencoba keluar dari rutinitas bekerja dalam set film yang prosesnya sudah cukup ia kenal.
“Memang betul aku baru bermain film bergenre horor, tapi alasannya bukan itu. Berakting di teater horor itu berbeda jauh. Walau genre sama, apa yang aku lakukan dan persiapannya beda.
"Ilmunya berbeda mulai dasar aktingnya. Cara kita men-display aktingnya berbeda. Ada hal-hal yang tidak kita lakukan di syuting film tetapi kita lakukan di teater dan sebaliknya," ujar aktris yang baru menikah dengan Deva Mahenra ini.
Baca Juga: Main di Ariyah dari Jembatan Ancol, Ario Bayu Ternyata Besar di Teater-teater Selandia Baru
Buat Mikha, latihan teater menjadi momen refreshing karena mengalami sesuatu yang baru. Bekerja dalam set yang baru, bisa bertemu teman-teman, dan menjalani proses (latihan) yang panjang.
"Itu sih poinnya. Aku lebih menghargai proses,” serunya.
Namun ada satu hal yang membuat dirinya grogi dan jadi tantangan terbesar dalam pementasan kali ini. Aktris 28 tahun ini takut melakukan kesalahan saat pementasan berlangsung nantinya.
“Beda teater dengan film, kan mediumnya berbeda. Di panggung besar, aku terbiasa menyanyi dan menari. Bergerak dinamis.
"Berdiri di panggung besar dan berakting, semua mata tertuju sama kita, dan tidak bisa ada take 2 seperti di film, itu jadi tantangan terbesarnya," katanya.