PejuangKantoran.com - Atiqah Hasiholan akan segera hadir dalam The Parcel, film horor yang akan dibintanginya bersama Putri Ayudya, Baim Wong, Whani Darmawan, dan beberapa aktor Malaysia seperti Amir Anaf dan Nora Danish.
Keterlibatan Atiqah Hasiholan di film produksi 4WARD Pictures ini terbilang spesial karena ini adalah film horor pertamanya sejak Pintu Terlarang (2008).
“Sebenarnya dulu banget, di awal karir, saya pernah berakting di film horor. Pada zaman itu, film horor belum booming seperti sekarang. Tahun 2008 atau 2009, berarti 15 tahun yang lalu,” ujar Atiqah Hasiholan.
Baca Juga: Luna Maya Kewalahan Mendalami Karakter Suzzanna: Marahnya Datar Banget, Susah Diikuti
“Kenapa saya mau main di film horor yang ini, karena ceritanya bagus. Ketika dikirimi cerita film ini, saya langsung menelepon sutradara Andi Bachtiar Yusuf, dan bilang kalau ceritanya ini keren banget,” serunya.
Radha, peran yang dibawakan Atiqah dalam The Parcel, adalah seorang ibu yang bekerja sebagai jurnalis foto.
Dalam mendalami karakter sebagai ibu, perempuan kelahiran 3 Januari 1982 ini mengaku merasa terbantu dengan status dirinya yang sudah menikah.
“Sebagai orang yang sudah mempunyai anak, ada keuntungannya berperan sebagai ibu. Ada rasa dan empati yang dulu belum pernah aku alami.
"Pengalaman sebagai ibu ada yang aku pakai untuk mendalami peran di sini,” terangnya, saat syukuran menjelang syuting film barunya, The Parcel, di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (25/7/2023) lalu.
Yang menarik justru saat ia melakukan pendalaman karakter sebagai pewarta foto. Aktris yang membuat debutnya di film Berbagi Suami ini harus belajar teknik mencetak foto dari rol film, satu hal yang sebelumnya tidak pernah ia coba.
Baca Juga: Ketika Berhenti Di Sini Menjadi Film Umay Shabab dengan Proses Penggarapan Terlama
“Beberapa adegan di film ini, mengharuskan aku berada di ruang gelap untuk mencetak foto dan mengolah film menjadi foto.
"Aku diberi kesempatan untuk mencoba sendiri mulai dari membuka rol, mencuci rol, memproses film, dan mencetak film ke foto.
“Ada satu hari di mana aku berlatih di ruang workshop yang diubah menjadi dark room. Jadi, di situ aku benar-benar merasakan dan tahu secara garis besar bagaimana proses mencetak foto,” jelasnya.