Namun, keinginannya bermain di film ini bukan semata-mata karena doanya dijawab. Ada satu penentu penting lain yang membuat Prilly setuju.
“Akhirnya, aku bilang kalau aku mau berlayar bersama karena dua alasan. Satu, karena memang sudah berdoa ingin bekerja sama dengan kak Wregas.
"Dua, ketika baca skripnya, aku merasa siapapun yang mempunyai media sosial pasti pernah mengalami apa yang dialami ibu Prani. Banyak sekali kejadian yang kita tidak tahu apa yang terjadi behind the close door," lanjutnya.
Baca Juga: Luna Maya Kewalahan Mendalami Karakter Suzzanna: Marahnya Datar Banget, Susah Diikuti
Sementara, orang sering kali merasa berhak menilai orang lain hanya lewat video yang hanya berdurasi 5-10 detik, atau melalui komentar yang ada di media sosial.
"Padahal, kita tidak pernah tahu layer-layer kehidupan yang terjadi di belakang media sosial.
"Ini pesan yang sangat baik sekali tentang bullying yang sering kita alami di media sosial," ujar Prilly. (Syanne Susita)