sosok

Kisah 4 Polwan Pertama yang Berhasil Menjadi Anggota Pasukan Khusus Gegana Brimob

Rabu, 30 Agustus 2023 | 09:50 WIB
Empat personel polwan pertama yang bergabung dalam pasukan khusus Gegana Brimob Polri. (Korbrimob.polri.go.id)

PejuangKantoran.com - Korps Brigade Mobile atau yang sering disingkat Korps Brimob adalah kesatuan operasi khusus dan dikenal sebagai salah satu institusi tertua Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Beberapa tugas utama Brimob adalah menangani terorisme domestik, kerusuhan, penegakan hukum berisiko tinggi, pencarian dan penyelamatan (SAR), penyelamatan sandera, dan penjinakan bom (EOD).

Hal itulah yang membuat pendidikan untuk para personel Brimob dibedakan dari polisi lain, dan pastinya jauh lebih berat.

Baca Juga: Terpilih Lagi Jadi Hakim di Amerika, Marissa Hutabarat Bikin Orang Se-Indonesia Ikutan Bangga

Namun, pelatihan yang sulit tersebut tidak menghentikan empat polisi wanita (polwan) menjadi polwan pertama yang menjadi anggota Gegana Brimob.

Pada Juni 1990, empat perempuan yang mengukir sejarah tersebut adalah Ina Rochmatin (22), Atanasia Tri Basuki (21), Sayekti (20), dan Reny Irawati (20). Saat itu, mereka masih berpangkat sersan dua.

Ada yang jadi lulusan terbaik

Menurut keempat polwan pertama yang menjadi anggota Gegana Brimob sangat tidak mudah. Apalagi mereka harus bersaing dengan rekan-rekannya yang laki-laki.

Seperti yang disebutkan di atas, untuk jadi anggota pasukan khusus Polri, mereka harus menempuh latihan fisik yang relatif lebih berat dibandingkan dengan latihan fisik kepolisian umumnya.

Ina, Atanasia, Sayekti, dan Reny mengikuti pendidikan dasar bintara Brimob selama 3,5 bulan dari Agustus hingga November 1990. Saat itu ada 80 siswa yang mengikuti pendidikan tersebut.

Baca Juga: Sebelum Jadi Istri Justin Trudeau (dan Bakal Cerai) Ternyata Sophie Trudeau Juga Pernah Jadi Karyawan Kantoran

Membuktikan kemampuannya yang luar biasa, dua dari empat Polwan pertama yang menjadi anggota Gegana Brimob tersebut bahkan masuk ke dalam 10 besar lulusan terbaik.

Keduanya dinilai memiliki kemampuan terbaik dalam hal ketrengginasan, kecendekiaan, ketabahan, dan pengumpulan nilai.

Rutinitas latihan yang dijalani 60% dilakukan di lapangan. Mereka diharuskan menjalani halang rintang lanjutan, lintas alam, survival, escape, turun tambang dari helikopter, dan renang militer sejauh tiga mil.

Memiliki kemampuan menembak yang baik

Halaman:

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB