Salah satu alasan Ina, Atanasia, Sayekti, dan Reny bisa masuk sebagai anggota Gegana Brimob adalah karena mempunyai kemampuan menembak yang baik saat menempuh pendidikan di Sekolah Bintara Polwan Ciputat.
Bahkan, empat perempuan muda tersebut masuk dalam kategori penembak "kelas satu".
Baca Juga: Ketika Puteri Indonesia Keranjingan Trifting, Lindungi Bumi dari Sampah Tekstil
Dengan pertimbangan dan alasan tertentu lainnya, pada Juni 1990 pimpinan Polri menempatkan Ina, Atanasia, Sayekti, dan Reny ke Detasemen Gegana Brimob Polri.
Selesai menjalani pendidikan pertengahan pada November 1990, empat Polwan ini bertugas di Pusat Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Saat itu mereka menandatangani kontrak bekerja di Brimob selama 15 tahun sebelum bisa pindah ke polisi umum.
Jika tidak bekerja di lapangan, mereka akan dijadikan staf Pusbrimob, staf operasi, personel, maupun logistik. (Elga Windasari)