PejuangKantoran.com - Selama ini salah satu syarat untuk menjadi ASN adalah sehat jasmani dan rohani. Namun ini bukan hambatan bagi para disabilitas untuk meraih keinginan mereka untuk bekerja di pemerintahan alias menjadi aparatur sipil negara (ASN).
Alfian Andhika Yudhistira merupakan sosok alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR jurusan Program Studi Antropologi angkatan 2016 yang menjadi ASN tuna netra.
Saat ini Alfian bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan posisi analis sosial budaya Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PPDT) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Untuk menunjang tugasnya, saat ini dia juga menempuh pendidikan magister kebijakan publik di FISIP UNAIR.
Baca Juga: Apa Sih Konten Paling Populer di Tiktok 2022? Banyak yang Belajar Bikin 'Sesuatu'
Alfian adalah mahasiswa disabilitas netra pertama di UNAIR sekaligus penerima beasiswa Bidikmisi, ia mengungkapkan bahwa tidak ada kesulitan berarti saat menempuh studi.
“Tidak ada kesulitan yang berarti, ya. Hanya saja harus adaptasi dari awal, perkenalan ke dosen-dosen. Kalau untuk urusan pertemanan tidak ada masalah,” ungkapnya.
“Menjadi mahasiswa tidak hanya lulus saja tapi tugasnya adalah bagaimana bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat di kampus kepada masyarakat luas,” katanya.
Bagaimana caranya kuliah meski memiliki berbagai keterbatasan?
“Ada aplikasi pembaca layar. Kalau pasang aplikasi itu, apa yang ada di layar atau yang diketikkan lewat keyboard bisa dilakukan. Jadi tetap bisa membaca dan melakukan apa saja."
Baca Juga: Survei: 96% Orang Indonesia Pilih Berlibur Akhir Tahun di Dalam Negeri
Kepedulian Alfian terhadap penyandang disabilitas netra membuatnya menciptakan sebuah buku saku dengan judul Enjoy Membangun Hubungan Kerja dengan Pegawai Disabilitas Netra. Buku tersebut ia tulis dengan tujuan untuk memberikan informasi mengenai pegawai dengan disabilitas netra dan kompetensi yang mereka miliki.
Buku saku tersebut dapat menjadi rujukan bagi seluruh instansi yang ada dalam menciptakan budaya kerja yang inklusif bagi tuna netra. Buku ini bisa dibaca melalui link berikut:
http://sikapi.id/bekerja-dengan-disabilitas-netra-siapa-takuuuut/
“Kita tidak bisa diam dan berpangku tangan saja. Sekarang sudah banyak peluang dan kesempatan. Tinggal bagaimana teman-teman mengasah kemampuan, meningkatkan kompetensi sehingga kita semua layak masuk ke peluang kerja yang ada,” ucapnya.