sosok

Tanpa Mengeluh, Putri Mary dari Denmark Berkorban Segalanya Saat Menikahi Keluarga Kerajaan

Rabu, 28 Desember 2022 | 22:34 WIB
Putri Mary dari Denmark harus mengorbankan segalanya ketika menikah dengan Pangeran Frederick. (Instagram @crownprincessmaryelizabeth)

PejuangKantoran.com - Mereka sama-sama meninggalkan kehidupan mereka sebagai “orang biasa” untuk menikah dengan keluarga kerajaan asing. Namun Putri Mary dari Denmark (50) menanggapinya secara berbeda dengan Meghan Markle (41).

Jika Mary - lahir di Tasmania, Australia- memeluk gelar kerajaan barunya setelah pindah ke Denmark, Meghan memilih untuk memutuskan jembatan dengan monarki Inggris untuk selamanya.

Saat Meghan terus melontarkan tuduhan pada keluarga kerajaan dalam serial dokumenter Netflix terbarunya, Harry & Meghan, Mary menetapkan standar emas untuk menjalani kehidupan sebagai seorang putri modern.

Baca Juga: Berapa Jumlah Kekayaan Meghan Markle Setelah Menikah dengan Pangeran Harry?

Bernama asli Mary Donaldson, Mary bertemu Frederik dari Denmark secara kebetulan di sebuah pub di Sydney tahun 2000. Mereka menjalani hubungan jarak jauh selama setahun, sampai Frederik melakukan perjalanan rahasia ke Australia dan akhirnya membawa Mary pindah ke Denmark.

Mary belajar bahasa Denmark di Studieskolen, Kopenhagen, tahun 2001. Tahun 2004, pasangan ini menikah dan sekarang memiliki empat anak.

Keputusan Mary untuk menikah dengan seorang bangsawan Denmark penuh dengan tantangan. Dia harus melepaskan kewarganegaraan Australia-nya, dan pindah agama dari Presbiterianisme ke Gereja Lutheran Injili Denmark.

Mary harus belajar bahasa baru dan membiasakan diri dengan sejarah dan budaya Denmark. Ia mengatasi tantangan untuk beralih dari bukan siapa-siapa menjadi salah satu wanita yang paling banyak dibicarakan dan difoto di dunia.

Baca Juga: Apakah Pangeran Harry Menerima Gaji dari Kerajaan? Berapa Warisan yang Diterimanya?

Tetapi Mary melakukannya tanpa mengeluh sekalipun kepada media. Mary, yang kelak akan menjadi Ratu Denmark, selalu menghindari skandal. Selama bertahun-tahun, dia menolak memberi komentar negatif tentang orang lain kepada media.

Awal tahun ini, diumumkan bahwa empat anak dari putra bungsu Ratu Margrethe, yaitu Pangeran Joachim, akan dicabut gelar kerajaannya dan tidak lagi disebut sebagai His atau Her Royal Highness.

Mulai 1 Januari, Pangeran Nikolai, 23, Pangeran Felix, 20, Pangeran Henrik, 13, dan Putri Athena, 10, akan menjadi Count dan Countesses, dan akan dikenal sebagai Their Excellencies.

Empat anak Frederick dan Mary -Pangeran Christian, 16, Putri Isabella, 15, dan si kembar Putri Josephine dan Pangeran Vincent, 11 -tidak terpengaruh dengan perubahan status ini karena mereka keturunan langsung dari calon Raja.

Namun, Putri Mary berpendapat bahwa hal itu mungkin tidak selalu terjadi.

“Kami akan melihat gelar anak-anak kami ketika saatnya tiba,” katanya dalam sebuah wawancara dengan Ekstra Bladet di Kopenhagen.

Halaman:

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB