PejuangKantoran.com - Sejak memulai karier aktingnya, Kevin Ardilova ternyata punya syarat atau kriteria tertentu yang membuat dirinya bersedia menerima satu produksi film.
Setiap muncul tawaran main film, Kevin selalu mempertimbangkan siapa sutradara yang mengajaknya bekerja sama. Hal ini juga yang membuat ia akhirnya menerima peran Rakib di film Autobiography.
Cara sutradara melakukan pendekatan kepada pemain ternyata berperan penting bagi aktor kelahiran Jakarta, 19 April 1999, ini dalam mengambil keputusan.
Baca Juga: Kevin Ardilova Tidak Keberatan Tampil Nyaris Bugil di Film Autobiography, Tapi….
Ia pun menceritakan bagaimana Makbul Mubarak, sutradara film Autobiography, mengajaknya bertemu kali pertama. Saat itu mereka bertemu bukan untuk membicarakan proyek film, melainkan untuk saling mengenal satu sama lain.
“Dia ngajak ketemu, lalu kita berbincang di satu kafé di Jakarta. Tapi, yang dia bahas pertama bukan tawaran filmnya. Dia membahas hal-hal personal. ‘Kevin lagi apa? Kevin lagi ngerasa apa? Bagaimana hidupnya? Apa yang sedang dijalani sekarang? Yang dirasakan apa?’” ujarnya, menirukan pertanyaan Makbul.
Saat ngobrol, mereka saling berbagi tentang banyak hal, dari soal hidup, tentang permasalahan-permasalahan pribadi, baru ke soal filmnya.
Baca Juga: Nyanyikan Lagu Tema Virgo And The Sparklings, Adhisty Zara Insecure dengan Suaranya Sendiri
“Jadi, hari pertama kami bertemu tidak langsung membahas film,” tutur nomine Pemeran Utama Pria Terbaik pada Festival Film Indonesia 2022 untuk Autobiography ini.
Dari obrolan panjang itu, Kevin menjadi lebih yakin bahwa film panjang pertama Makbul ini akan menjadi film yang bagus.
“Saya yakin film ini akan bagus karena cara Makbul mendekati saya. Ini juga film panjang pertamanya. Jadi, banyak perasaan yang disimpan yang ingin disampaikan melalui film tersebut, dan itu membuat saya tidak bertanya-tanya lagi. Setelah baca skripnya, oke, ayo kita syuting!” seru Kevin.
Selain sutradara, faktor lain yang membuat Kevin tertarik dengan film ber-genre suspense thriller ini adalah keunikan karakter Rakib yang ia perankan.
Baca Juga: Dibilang Bawel dan Cempreng, Akting Prilly Latuconsina Sempat Diragukan di Film Gita Cinta dari SMA
Menurutnya, emosi yang diangkat di Autobiography mungkin sudah pernah ditampilkan di film lain. Namun, menjadi menarik buat ia perankan karena sudut pandang karakter yang berbeda.
“Emosi seseorang yang tertekan atau ketakutan sudah sering dimasukkan di banyak film, tapi di sini digambarkan oleh seorang asisten rumah tangga yang jarang diangkat,” serunya.