kubikel

Mau Kerja Dengan Waktu dan Tempat yang Fleksibel? Kamu Wajib Menerapkan Agile Working!

Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:15 WIB
Agile working sangat dibutuhkan untuk bidang pekerjaan yang bisa fleksibel tempat dan waktunya. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Pernahkah mendengar ucapan dari teman lama yang mungkin relate dengan kamu, begini: “Kamu kamu sih enak kerjanya. Waktunya fleksibel, bisa remote pula kerjanya.”

Wait! Pernyataan seperti ini sebenarnya tidak bisa disama ratakan pada seluruh bidang pekerjaan. Ada yang memang harus hadir di kantor atau tempat kerja, namun ada pula yang bisa fleksibel seperti di atas.

Bagi yang pola kerjanya fleksibel, baik untuk waktu kerja dan tempat, kamu membutuhkan sebuah model kerja yang disebut agile working.

Agile working adalah cara bekerja yang menekankan fleksibilitas, kecepatan beradaptasi, kolaborasi, dan kemampuan merespons perubahan dibandingkan bekerja dengan proses yang kaku dan sangat hierarkis.

Dari penyusun katanya, agile artinya lincah atau tangkas. Ini artinya, ketika diterapkan dalam dunia kerja, agile working tak sekadar bekerja cepat, namun mengubah cara kerja ketika situasi, prioritas, teknologi, atau kebutuhan pelanggan berubah.

Baca Juga: Kerja Remote Ternyata Nggak Selalu Menarik, Pekerja Muda Justru Lebih Pilih Sistem Hybrid!

Dalam agile working pendekatan kerjanya yang progresif memprioritaskan tiga hal, yaitu fleksibilitas, produktivitas, dan kepercayaan.

Agile working memungkinkan karyawan bekerja di mana, kapan, dan bagaimana mereka memilih, sepanjang masih dalam batas wajar dan selaras dengan kebutuhan bisnis.

Dengan demikian, preferensi metode kerja ini bisa membantu organisasi meningkatkan output sekaligus menjaga kepuasan dan retensi karyawan.

Karakteristik utama dalam agile working adalah sebagai berikut:

1. Berorientasi pada output, bukan input
Saat menerapkan agile working, berarti organisasi bergeser dari cara lama yang berfokus pada input (karyawan harus hadir di tempat tertentu dan bekerja pada jam tertentu) menuju fokus pada output (segala sesuatu berputar pada penyelesaian proyek dan tugas.)

Baca Juga: 3 Cara yang Bisa Kamu Terapkan dalam Melakukan Kolaborasi yang Efektif di Tempat Kerja

2. Fleksibilitas yang dirancang secara sistematis, bukan sekadar pilihan individu
Bagian besar dari agile working adalah memastikan cara kerja yang fleksibel ini ada dalam kebijakan tempat kerja organisasi, bukan sekadar didorong oleh pilihan masing-masing karyawan.

3. Membutuhkan komitmen dua arah
Perbedaan utama antara agile working dan bentuk flexible working lainnya adalah soal komitmen. Flexible working relatif mudah diterapkan hanya dengan bantuan teknologi. Misal, pertemuan online yang membuat peserta rapat bisa mengikutinya dari mana saja, sementara agile working menuntut komitmen nyata dari manajemen maupun staf.

Halaman:

Tags

Terkini