Pejuangkantoran.com – Saat ini, bagi sebagai besar pekerjaan, seseorang yang punya self-driven, sangat dibutuhkan. Apalagi model kerja seperti hybrid atau remote, pekerjaan project-based teams, dan cross function teams membutuhkannya.
Self-driven adalah ketika seseorang punya dorongan internal untuk bertindak, mencapai tujuan, belajar, dan mengoreksi diri tanpa harus terus menerus diingatkan, didorong, diperintah, dan diawasi oleh orang lain atau atasan.
Intinya, karakter ini menjadi personal competency yang sangat berharga karena tuntutannya, seseorang tak sekadar menjadi pelaksana saja, namun juga harus bisa menjadi problem solver dan owner atas pekerjaannya.
Self-driven itu bukan berarti kerja habis-habisan, namun ia harus mampu menjalankan tugasnya secara strategis dan efisien. Ia juga orang yang terbuka terhadap masukan meskipun punya otonomi dalam tugasnya.
Seorang yang self-driven itu punya inisiatif, berorientasi pada tujuan, sangat termotivasi dari dalam diri, persisten, punya sense of ownership atas pekerjaannya, mandiri dalam belajar, dan punya self-management yang baik.
Baca Juga: Orang yang Self-Driven Dibutuhkan Saat Ini Terutama Untuk Pekerjaan Tertentu Seperti Berikut Ini!
Self-driven ini dibutuhkan dalam semua pekerjaan, namun dalam level yang berbeda. Ada yang butuh full self-driven seperti enterpreuner, sales, konsultan, freelancer, dan sebagainya. Ada yang sifatnya terbatas, seperti operator produksi, teknisi tertentu, quality control, dan sebagainya.
Self-driven itu bukan bawaan bayi, ia bisa dibentuk dan dibangun, dan agar bisa efektif musti harus ada dorongan dari diri sendiri terlebih dulu.
Berikut cara meningkatkan self-driven kamu:
- Mulai dengan tujuan yang konkret
Wajib tahu apa yang ingin dicapai. Tujuan yang konkret memberi otak arah tindakan, bukan sekadar keinginan.
Misal, alih-alih menetapkan: “Saya ingin berkembang.” Lebih tepat menetapkan hal yang spesifik: “Dalam tiga bulan saya ingin menguasai kemampuan X dan menghasilkan Y.”
- Biasakan bertanya: “Apa yang bisa saya lakukan?”
Ini latihan yang paling sederhana untuk membangun self-driven. Dalam menghadapi situasi tertentu, jangan langsung bertanya “Saya harus melakukan apa?” Coba ganti dengan: “Apa yang bisa saya lakukan sekarang untuk membuat situasi ini lebih baik?”
- Latih inisiatif kecil setiap hari
Self-driven terbentuk dari perilaku berulang, bukan dari motivasi sesaat. Tidak perlu langsung melakukan sesuatu yang besar, lakukan Inisiatif kecil yang konsisten, ia akan membentuk pola perilaku proaktif.
Artikel Terkait
5 Tahap Project Management, dari Inisiatif hingga Hasil Akhir yang Diharapkan
7 Green Flags atau Sinyal Positif dari Rekan Kerja yang Bisa Kamu Jadikan Partner yang Aman dan Produktif
Cermati, Sebagai Pekerja Project-Based Status Kamu Bisa PKWT atau Freelance Tergantung Dari Sejumlah Hal Ini
Lupakan Era Action Speaks Louder. Kini Masanya Nggak Cuma Aksi tapi Juga Menyuarakan Pekerjaan Kita
5 Etika Kerja dan Teamwork dari Para Pemeran 'The Odyssey' yang Bisa Kita Praktikkan di Kantor