Selain persyaratan umum, pelamar juga harus memenuhi ketentuan khusus sesuai jenjang studi:
• Program studi yang dilamar harus termasuk dalam bidang prioritas.
• Memiliki IPK minimum sesuai ketentuan yang ditetapkan.
• Sertifikat kemampuan bahasa Inggris (IELTS, TOEFL, atau PTE) harus masih berlaku pada 1 Januari 2027, dengan tanggal tes tidak lebih lambat dari 1 Januari 2025.
• Pelamar program Master wajib memiliki gelar sarjana, sedangkan pelamar PhD harus sudah memiliki gelar magister.
• Khusus pelamar PhD, seleksi dibatasi bagi staf perguruan tinggi, peneliti, pembuat kebijakan, serta kandidat yang relevan dengan program DFAT.
• Surat dukungan dari universitas di Australia sangat dianjurkan bagi pelamar PhD.
Secara keseluruhan, Australia Awards Scholarships menuntut kesiapan akademik, profesional, dan komitmen jangka panjang dari para pelamarnya. Beasiswa Australia ini bukan hanya bagaimana cara menempuh pendidikan di luar negeri, tetapi juga tentang kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia setelah studi selesai.
Artikel Terkait
Jadi Gubernur Termuda di Jepang di Usia 35 Tahun, Takato Ishida Jadi Sorotan Publik
Jepang Punya Bar Unik: Minuman Gratis bagi Mereka yang Memikirkan Quit Job dan Konsultasi Karier
Netflix Siarkan Langsung Konser Comeback BTS dari Seoul ke Lebih dari 190 Negara
Lima Wewangian yang Menggambarkan Kepribadian Kamu, dari Fearless hingga yang Misterius
5 Kacang dan Biji-bijian yang Protein Nabatinya Lebih Tinggi daripada Telur
Meskipun Garmin dan Strava Bisa Disinkronisasi, Namun Manfaatkan Keduanya Untuk Hal yang Berbeda
Bersyukur Belum Pernah Kena Love Scamming, Ini Alasan Gisel Tertarik Main di Film 'Balas Budi'