news

Tarif Transjabodetabek Mau Naik, Duh Khawatir Gaji Habis Cuma untuk Ongkos

Kamis, 11 Juni 2026 | 08:05 WIB
Armada Transjabodetabek yang melayani rute Blok M - Bandara Soekarno Hatta. (Andre winata

PejuangKantoran.com - Rencana kenaikan tarif sejumlah rute Transjabodetabek memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Di tengah upaya pemerintah memperluas layanan transportasi publik hingga ke kota-kota penyangga Jakarta, sebagian penumpang mengaku khawatir biaya transportasi harian mereka akan semakin membebani kondisi keuangan rumah tangga.

Saat ini, tarif Transjabodetabek masih berada di angka Rp3.500 per perjalanan, bahkan hanya Rp2.000 pada jam tertentu di pagi hari. Namun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengkaji penyesuaian tarif dengan alasan besarnya subsidi yang harus ditanggung untuk mengoperasikan layanan lintas wilayah tersebut. Untuk tahun 2026, subsidi Transjabodetabek disebut mencapai sekitar Rp401 miliar atau sekitar 10 persen dari total subsidi Transjakarta.

Wacana tersebut memicu kekhawatiran sejumlah pengguna transportasi umum, terutama para pekerja yang setiap hari melakukan perjalanan dari wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi menuju Jakarta. Bagi sebagian komuter, biaya transportasi sudah menjadi salah satu pengeluaran terbesar setiap bulan.

Baca Juga: Ini Cara Mengemudi Mobil Dengan Teknik Eco-Driving Supaya Hemat Pertamax!

Data yang dikutip Harian Kompas menunjukkan bahwa hampir sepertiga komuter Jabodetabek mengeluarkan ongkos transportasi minimal Rp750 ribu per bulan. Bahkan, dalam beberapa kasus, biaya transportasi dapat menyerap hingga sepertiga pendapatan pekerja jika ditambah kebutuhan mobilitas lainnya.

Meski demikian, sejumlah pengamat transportasi menilai penyesuaian tarif masih tergolong wajar selama tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat. Mereka menilai tarif Transjabodetabek saat ini relatif lebih rendah dibandingkan moda transportasi lain dengan jarak tempuh serupa. Beberapa pakar memperkirakan tarif di kisaran Rp4.000 hingga Rp6.000 masih cukup kompetitif dan terjangkau bagi pengguna.

Baca Juga: Buat yang Rutin Bawa Catokan ke Kantor, Pulihkan Rambut Rusak dengan 3 Langkah Perawatan Ini

Di sisi lain, pemerintah juga terus memperluas akses layanan transportasi publik dengan membuka berbagai rute baru Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan kawasan penyangga seperti Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, hingga Bandara Soekarno-Hatta. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus mengatasi kemacetan di kawasan metropolitan.

Hingga saat ini, belum ada keputusan final terkait besaran kenaikan tarif yang akan diterapkan. Pemerintah masih melakukan evaluasi dengan mempertimbangkan aspek operasional, subsidi, serta kemampuan masyarakat dalam membayar layanan transportasi publik.

Tags

Terkini