Pejuangkantoran.com – Sudah bukan rahasia lagi, gelaran Piala Dunia 2026 ini diwarnai intrik-intrik yang paling kuat yang disinyalir erat kaitannya dengan konflik geopolitik antara Amerika-Iran.
Di tengah ketegangan militer dan diplomatik AS-Iran, tim nasional Iran tetap harus memainkan pertandingan di wilayah Amerika Serikat. Bahkan FIFA pada akhirnya mengizinkan Iran memindahkan basis latihan mereka ke Meksiko karena persoalan visa dan keamanan. Beberapa staf federasi Iran juga dilaporkan tidak memperoleh visa AS.
Bahkan media internasional menyebut ini sebagai salah satu situasi paling unik dalam sejarah Piala Dunia, yaitu negara yang sedang berada dalam konflik serius dengan negara tuan rumah tetap harus bertanding di sana.
Ini kemudian mempertanyakan lagi, bagaimana posisi moto FIFA yang menyebutkan bahwa "Football Unites the World" (Sepak Bola Mempersatukan Dunia).
Namun sebenarnya, konflik politik internasional, propaganda negara, atau pertarungan ideologi tidak hanya terjadi di Piala Dunia 2026 ini saja. Dalam Sejarah Piala Dunia, pernah terjadi beberapa kali gelaran sepak bola dunia ini diwarnai dengan isu-isu politik yang kuat.
Baca Juga: Inovasi Teknologi Baru Pada Sepatu Bola di Piala Dunia 2026
Berikut ini, ada beberapa Piala Dunia yang cukup menonjol terkait isu politik:
- Piala Dunia 1934 (Italia)
1934 FIFA World Cup sering dianggap sebagai Piala Dunia paling politis sebelum Perang Dunia II. Italia yang saat itu di bawah rezim fasis Benito Mussolini adalah penyelenggaranya. Pemerintah Mussolini menggunakan Piala Dunia sebagai alat propaganda untuk menunjukkan superioritas Italia fasis kepada dunia.
Banyak sejarawan olahraga berpendapat bahwa rezim Mussolini memandang kemenangan sepak bola sebagai bagian dari proyek nasionalisme dan legitimasi politik.
Isu geopolitik utama yang muncul adalah fasisme Italia, propaganda negara, nasionalisme ekstrem menjelang Perang Dunia II.
- Piala Dunia 1938 (Prancis)
1938 FIFA World Cup ini berlangsung ketika Eropa berada di ambang Perang Dunia II. Situasi politik saat itu diwarnai ekspansi Nazi Jerman, aneksasi Austria oleh Jerman (Anschluss), dan ketegangan antara negara demokrasi dan rezim totaliter.
Tim Austria yang telah lolos bahkan dibubarkan setelah negaranya dianeksasi Jerman. Banyak pemain Austria dipaksa bergabung dengan tim Jerman. Ini menjadi salah satu contoh paling nyata intervensi geopolitik terhadap sepak bola.
- Piala Dunia 1978 (Argentina)
1978 FIFA World Cup ini mungkin Piala Dunia yang paling sering dijadikan studi kasus hubungan antara olahraga dan politik. Argentina saat itu diperintah junta militer pimpinan Jorge Rafael Videla yang menjalankan "Dirty War".
Artikel Terkait
Apa itu Faktor Geopolitik dan Apa Pengaruhnya dengan Pilpres 2024
Bagi Yang Supersibuk, Terapkan Teknik Tidur R90 ala Pemain Elit Liga Sepak Bola Eropa Untuk Kulitas Tidur Terbaik
Konflik Politik Makin Tegang dengan Amerika Serikat, Toyota Minta Karyawannya di Venezuela WFH Sementara
Ini 3 Fakta Menarik Terkait Mexico yang Memiliki Rekor Sebagai Penyelenggara Piala Dunia 3x Pertama di Dunia
Evolusi Bola Dalam Pertandingan Piala Dunia, Ada yang Diproduksi di Indonesia, lho!
Laga Meksiko Kontra Afrika Selatan Mencatat Rekor Sebagai Laga Pembuka Piala Dunia FIFA Dengan Kartu Merah Terbanyak, Ini Dia Faktanya