Evolusi Bola Dalam Pertandingan Piala Dunia, Ada yang Diproduksi di Indonesia, lho!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Jumat, 12 Juni 2026 | 12:25 WIB
Sejarah evolusi bola di Piala Dunia, ada yang diproduksi di Indonesia! (Screenshoot dari FIFA.com)
Sejarah evolusi bola di Piala Dunia, ada yang diproduksi di Indonesia! (Screenshoot dari FIFA.com)

Pejuangkantoran.com – Salah satu faktor sangat penting dalam pertandingan sepak bola adalah bolanya itu sendiri. Sebanyak 22 pemain berebut satu bola.

Dan bola inilah yang menentukan siapa pemenang pertandingannya, tim mana yang memasukkan bola lebih banyak ke gawang lawan itulah pemenangnya.

Dalam Sejarah Piala Dunia, bola untuk pertandingan sudah mengalami evolusi yang beragam, dari yang mulai sekadar bola kulit berbentuk “bundar” hingga bola dengan sensor 500 Hz yang bisa mengirim data real-time ke wasit dan VAR (Video Assistant Referee) yang dipakai di Piala Dunia 2026 ini.

Berikut jejak evolusi bola yang digunakan dalam Piala Dunia:

  1. Era Bola Kulit Tradisional (1930–1966)

Bisa dibilang, ini bola sepak bola yang masih kental unsur materi dan desain bola pada permainan “sepak bola” kuno. Ciri utama terbuat dari kulit asli, dijahit dengan tangan.

Selain itu, karena terbuat dari kulit asli, bola ini menyerap air saat hujan sehingga menjadi lebih berat. Kurangnya lagi, bentuknya tidak selalu benar-benar bulat sempurna.

Selain itu, belum ada bola standar yang digunakan. Kondisi seperti ini membuat final Piala Dunia 1930 antara Uruguay dengan Argentina terjadi situasi unik: kedua negeri ngotot ingin menggunakan bola masing-masing.

Akhirnya FIFA memutuskan memakai bolanya Argentina digunakan di babak pertama, dan bolanya Uruguay digunakan di babak kedua.

 Baca Juga: Stadion Azteca Meksiko, Stadion Pembuka Piala Dunia 2026 yang Terkenal dengan Terciptanya Gol Hand of God

  1. Revolusi Telstar (1970–1974)

Titik balik terbesar terjadi pada Piala Dunia 1970 di Meksiko dengan hadirnya Adidas Telstar. FIFA menyebutnya sebagai desain bola yang "mengubah desain sepak bola selamanya" dan menjadi standar visual bola sepak selama puluhan tahun.

Banyak yang menyebutnya sebagai desain bola sepak paling ikonik sepanjang sejarah. Ciri-cirinya:

  • Desain 32 panel (12 pentagon/segilima hitam dan 20 heksagon putih).
  • Dirancang agar terlihat jelas di televisi hitam-putih.

Pada 1974 muncul Telstar Durlast dengan lapisan poliuretan tahan air pertama.

  1. Era Tango dan Penyempurnaan Kulit (1978–1982)

Era di mana era bola dengan materi kulit dipakai untuk terakhir kalinya di Piala Dunia. Namun ada sejumlah peningkatan visual yang makin atraktif, tak hanya panel segilima yang hitam-putih saja.

Pada seri Tango (1978) desain visual bola menggunakan desain optik yang menciptakan ilusi 12 lingkaran. Dan ini menjadi dasar desain visual beberapa generasi bola berikutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Wikipedia, sportstar.thehindu.com, Berbagai Sumber, inside.fifa.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X