PejuangKantoran.com - Kecelakaan tunggal yang menimpa supercar McLaren 720S milik YouTuber game Andra ST (Febrian Paundra Alditama, 21) di Simpang Telukan, Sukoharjo, menghebohkan publik setelah kondisi mobil mewah tersebut hancur dan terbelah menjadi dua bagian. Beruntung, Andra dan rekannya selamat dari maut dan hanya mengalami luka-luka.
Meskipun terlihat mengerikan, insiden ini memberikan pelajaran berharga jika dibedah dari sudut pandang safety driving (keselamatan berkendara) serta sisi engineering (rancangan kekuatan) dari supercar McLaren.
Baca Juga: Ini Cara Mengemudi Mobil Dengan Teknik Eco-Driving Supaya Hemat Pertamax!
Baca Juga: Di-Space, Museum Sains Milik BYD, Ajak Pengunjung Melihat Langsung Masa Depan Mobil Listrik
Sisi Safety Driving: Karakter Supercar Bukan Mobil Biasa
Berdasarkan investigasi Satlantas Polres Sukoharjo, kecelakaan terjadi setelah mobil melintasi lampu merah dan mengalami selip pada roda belakang (kehilangan traksi) hingga oleng dan menabrak tiang. Senada dengan alasan yang dikemukakan oleh Polisi, @vey.miller juga menulis komen dengan hal yang senada di IG @andrastyt_, “This supercar is not designed to be driven on a small & short roadway (typically Indonesian’s roadway). It has huge super power and needs a special skill to drive it (Supercar tidak disesain untuk dikemudikan di jalan kecil dan pendek seperti di Indonesia. Power (dari Supercar) yang sangat besar membutuhkan skill spesial untuk mengemudikannya).”
Dari kacamata safety driving, ada beberapa faktor krusial yang wajib dipahami saat mengemudikan kendaraan berperforma tinggi:
- Sifat Penggerak Roda Belakang (Rear-Wheel Drive / RWD). McLaren 720S menyalurkan tenaga masifnya langsung ke roda belakang. Ketika pengemudi menekan gas (akselerasi) secara mendadak setelah berhenti di lampu merah, risiko terjadi oversteer atau ban belakang melintir sangat tinggi, terutama jika kondisi permukaan aspal tidak sempurna atau ban belum mencapai suhu optimal.
- Sensitivitas Tenaga yang Ekstrem. Mobil ini dibekali mesin 4.000cc Twin-Turbo V8 dengan tenaga mencapai 710 horsepower. Dengan bobotnya yang sangat ringan (sekitar 1,2 ton), sedikit saja kesalahan dalam mengontrol injakan pedal gas dapat membuat mobil "melompat" dan kehilangan kendali dalam hitungan milidetik.
- Kebutuhan Sertifikasi Khusus. Mengendarai supercar membutuhkan kompetensi advanced driving. Pengemudi harus memahami fungsi kontrol traksi (Traction Control) serta tidak menyamakannya dengan cara mengemudi mobil harian yang memiliki respons mesin jauh lebih lambat.
Sisi Kekuatan & Struktur McLaren: Mengapa Bisa Terbelah Dua?
Bagi masyarakat awam, melihat bodi mobil terbelah menjadi dua sering kali dianggap sebagai bukti bahwa material mobil tersebut rapuh. Namun, dalam dunia rancang bangun supercar, mobil yang terbelah dua justru merupakan fitur keselamatan tingkat tinggi (engineered safety feature). Berikut adalah penjelasannya:
Kokpit Berbahan Karbon Monokok (Carbon Fiber Monocoque/Tub)
Bagian kabin tempat Andra ST dan penumpangnya duduk dibuat menggunakan sasis monokok serat karbon ultra-kuat yang disebut McLaren Monocage. Material ini jauh lebih kaku dan kuat dibanding baja biasa. Saat benturan hebat terjadi, sasis ini bertindak seperti "kapsul pelindung" yang tidak boleh ringsek, sehingga ruang interior tetap utuh dan menyelamatkan nyawa penumpang di dalamnya.
Konsep Pembagian Energi (Kinetic Energy Dissipation)
McLaren menggunakan konfigurasi mesin tengah (mid-engine), di mana mesin beratnya berada tepat di belakang jok penumpang. Jika terjadi tabrakan lateral (menyamping) atau hantaman tiang yang ekstrem, struktur belakang mobil dirancang sengaja putus atau terpisah dari kabin utama melalui titik sambungan baut khusus (shear bolts).