Di-Space, Museum Sains Milik BYD, Ajak Pengunjung Melihat Langsung Masa Depan Mobil Listrik

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 21 Januari 2026 | 18:17 WIB
Di museum sains milik BYD, Di-Space, pengunjung bisa mendapat gambaran nyata mengenai ekosistem NEV secara menyeluruh. (BYD)
Di museum sains milik BYD, Di-Space, pengunjung bisa mendapat gambaran nyata mengenai ekosistem NEV secara menyeluruh. (BYD)

PejuangKantoran.com - Literasi teknologi berperan besar dalam mempercepat adopsi kendaraan energi baru. Oleh karena itu produsen mobil listrik BYD membuka Di-Space, museum sains yang didedikasikan untuk teknologi dan edukasi mengenai New Energy Vehicle (NEV) di Distrik Erqi, Zhengzhou, China.

Museum yang diresmikan tahun 2024 ini memberi kesempatan pada pengunjung untuk memahami sejarah BYD yang sudah berjalan 30 tahun, menjelajahi teknologi hijau, dan membayangkan seperti apa masa depan mobilitas dalam pameran interaktif tentang inovasi kendaraan listrik.

BYD tidak hanya merancang Di-Space sebagai museum, tetapi juga platform edukasi bagi masyarakat dengan membuka dialog tentang transisi menuju mobilitas bebas emisi di tingkat global.

Baca Juga: Tak Hanya Diproduseri Dian Sastrowardoyo, 'Esok Tanpa Ibu' Juga Digarap Filmmaker Asia Tenggara

Hal ini sesuai komitmen BYD untuk menempatkan sejarah, sains, teknologi, dan inovasi NEV di ruang publik. Masyarakat diajak melihat masa depan mobilitas sebagai sesuatu yang dekat dan relevan, dan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Literasi teknologi memegang peranan penting dalam mempercepat adopsi kendaraan energi baru, dan Di-Space kami rancang sebagai jembatan edukasi yang memperkenalkan gagasan tersebut secara terbuka dan mudah dipahami.

“Kami percaya, edukasi publik dan transparansi teknologi merupakan fondasi penting dalam mempercepat transisi energi dan membangun budaya mobilitas yang berkelanjutan,” ujar Eagle Zhao, President Director PT BYD Motor Indonesia.

Menjelajahi teknologi dan masa depan mobilitas

Pameran interaktif ini membentang di area seluas 15.000 meter persegi, dan area luar ruang 8.500 meter persegi. Terdapat empat lantai yang dikurasi supaya pengunjung memahami evolusi teknologi, desain, dan inovasi NEV.

Lantai pertama menampilkan sejarah evolusi energi dalam transportasi melalui narasi yang menempatkan BYD sebagai salah satu pelopor pengembangan New Energy Vehicle secara internasional.

Baca Juga: Gubernur DKI Imbau Karyawan untuk WFH Jika Terjadi Banjir yang Cukup Parah di Jakarta

Bagaimana perubahan kendaraan BYD, dari munculnya mobil konsep pertama BYD, ET (2004) yang juga cikal-bakal pengembangan kendaraan listrik BYD, hingga berbagai inovasi kendaraan listrik mutakhir saat ini.

Lantai kedua dan ketiga memaparkan simulasi proses manufaktur serta pameran teknologi inti BYD saat ini, termasuk Blade Battery, e⁴ Platform, sistem suspensi cerdas Yun Nian, dan teknologi Dual Mode (DM) generasi kelima.

Instalasi Patent Waterfall, yang menampilkan lebih dari 10.000 paten teknologi BYD, menjadi representasi visual atas kekuatan Research and Development (R&D) sebagai fondasi industri NEV.

Instalasi tersebut sekaligus mencerminkan pentingnya transparansi inovasi dalam membangun kepercayaan publik terhadap teknologi baru.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X